Status Tak Jelas, 800 Satpol PP Demo di Kantor Wali Kota Batam

1422
Pesona Indonesia
Ratusan Satpol PP yang tak dianggap Pemko Batam mencoba masuk ke Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Foto: Eggi/batampos.co.id
Ratusan Satpol PP yang tak dianggap Pemko Batam mencoba masuk ke Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Foto: Eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sekitar 800-an anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Mereka mempertanyakan nasib dan status mereka yang tak kunjung diakui oleh Pemko Batam.

Pantauan batampos.co.id, aksi ini sempat ricuh saat mereka mencoba masuk ke dalam kantor Pemko Batam dengan menggoyangkan pagar. Namun mereka dihalau Satpol PP resmi dan Polisi.

“Tolong kami pak, rumah kami sudah disita sama bank,” teriak salah seorang anggota Sat Pol PP.

Setelah beberapa lama melakukan aksi demo, perwakilan Satpol PP akhirnya diterima Wali Kota Batam Rudi dan langsung menggelar pertemuan dilantai 5 Pemko Batam. Hadir juga Wakil Walikota Batam Amsakar, Sekda Kota Batam Agussahiman, Kabag Ops Polresta Barelang, dan Kapolsek Batamkota.

Hingga berita ini diturunkan pertemuan masih berlanjut.

Seperti di ketahui, di Batam ada sekitar 800-an Satpol PP yang direkrut dan dipekerjakan, namun tidak terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Batam. Mereka tidak diakui karena BKD karena BKD merasa tidak pernah mengeluarkan kebijakan perekrutan satpol sebanyak itu.

Diduga Satpol PP itu korban penipuan yang melibatkan sejumlah kalangan di Pemko Batam. Sebab, mereka direkrut dan diberi pelatihan, namun belakangan tidak diakui dan tidak digaji.

Kasus ini pun bergulir ke Polisi. Sejumlah anggota Satpol yang merasa ditipu melapor ke polisi. Bahkan, sejumlah pihak sudah diperiksa, termasuk Kepala BKD, M Sahir, dan Kepala Satpol PP Hendri.

“Pastinya ada keterlibatan pejabat atau staffnya. Karena para rekrutan ini diberi pelatihan,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Aryo Prastyo Seno, belum lama ini. (eggi/nur)

Respon Anda?

komentar