TNI AL Uji Rudal C 705

701

c705batampos.co.id – TNI-AL melengkapi diri dengan rudal canggih yang susdah dideteksi radar, C-705.

Rudal hasil kerja sama Indonesia-Tiongkok itu ditempatkan di KRI Celurit-641.

Rudal C-705 termasuk senjata terbaru yang dimiliki TNI-AL. Daya jangkau rudal itu mencapai 75-80 kilometer tanpa rocket booster. Jika disertai pendorong, daya jangkaunya bisa lebih dari 170 kilometer. Karena itu, ada yang menyebut C-705 sebagai rudal lintas cakrawala (over the horizon).

C-705 mampu mengandaskan kapal perang berbobot hingga 1.500 ton. Daya hancurnya mencapai 95 persen. Artinya, sasaran penembakan dipastikan hancur.

Rudal itu dipasang di platform kapal rudal cepat yang memiliki bobot 50-500 ton. KRI yang sesuai dengan kategori tersebut adalah KRI Celurit-641. Bobotnya 250 ton.

Rudal itu memiliki kemampuan terbang rendah. Yakni, sekitar 12,5 meter dari permukaan air laut. Karena itu, rudal sulit terdeteksi oleh radar. Pada sistem pemandu, rudal tersebut dilengkapi global positioning systems (GPS), global navigation satellite systems, infrared, serta kamera. Gerakan rudal selama penembakan hingga mengenai sasaran terpantau jelas.

Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI Ade Supandi sangat antusias dengan latihan Armada Jaya ke-34 tersebut. Dia ingin membuktikan keampuhan rudal yang berbobot 110 kilogram tersebut. Latihan itu sekaligus unjuk kekuatan TNI-AL kepada masyarakat.

”Kami harap semua berjalan sesuai skenario,” kata Ade sesaat sebelum pemberangkatan KRI Banjarmasin dan KRI Surabaya.

Ade memimpin langsung pelepasan armada yang hendak menyusul ke Banongan, Banyuwangi. Lebih dari 5 ribu personel diangkut kapal tersebut. Mereka berasal dari berbagai satuan di lingkungan TNI-AL. Sebagian sudah berangkat Minggu (11/9). Kemarin merupakan rombongan terakhir.

Seluruh armada yang terlibat akan berkumpul di Banongan, Banyuwangi, hari ini. KRI Karimata yang akan menjadi sasaran penembakan kapal sudah berada di lokasi. KRI Celurit-641 sebagai eksekutor juga ada di lokasi tersebut. Perwira tinggi militer, baik dari TNI-AU, TNI-AD, maupun TNI-AL, akan menyaksikan dari KRI Banjarmasin. Termasuk Presiden RI Joko Widodo beserta rombongan yang dijadwalkan tiba pukul 14.00.

Ade kembali mengingatkan prajurit untuk menaati semua pedoman yang sudah disusun. Latihan posko komando adalah bagian dari Armada Jaya ke-34, latihan besar yang digelar TNI-AL.

Banyak hal yang sudah dibahas dalam latihan tersebut. Kini latihan manuver lapangan (manlap), semua pergerakan sesuai dengan komando.

”Jangan sampai ada yang lalai dengan pedoman itu,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, latihan Armada Jaya ke-34 menjadi perhatian masyarakat dalam maupun luar negeri. Kesuksesan latihan tersebut akan menjadi kebanggaan TNI-AL. ”Kerahkan semua kemampuan prajurit,” tegasnya.

Di sisi lain, Kadispen TNI-AL Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto meminta pihak lain yang ikut serta dalam latihan tersebut untuk taat aturan. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media yang meliput di perairan Banongan.

Ada prosedur dan ketetapan yang berlaku di setiap KRI. Siapa pun yang berada di dalam area kapal harus menaati aturan itu. ”Jangan sampai melanggar aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya. (riq/c15/dos/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar