127 Konglomerat Ikut Amnesti Pajak, Uang Tebusan Baru Rp 11,2 T

501
Pesona Indonesia
Pebisnis dua bersaudara Garibaldi Thohir dan Erick Thohir (kanan)  usai menyerahkan laporan data aset di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, Jakarta, Rabu (14/9/2016). Foto: Safir Makki/CNNIndonesia
Pebisnis dua bersaudara Garibaldi Thohir dan Erick Thohir (kanan) usai menyerahkan laporan data aset di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, Jakarta, Rabu (14/9/2016). Foto: Safir Makki/CNNIndonesia

batampos.co.id – Jumlah konglomerat yang mengikuti program pengampunan pajak terus bertambah. Dari catatan kantor wilayah (kanwil) khusus wajib pajak (WP) besar, ada 127 taipan yang melapor. Surat keterangan pengampunan pajak (SKPP) pun sudah dikeluarkan dalam jumlah yang sama.

Kepala kanwil khusus WP besar Mekar Satria Utama di kantornya kemarin menyatakan, dalam dua pekan ini, jumlah pelapor meningkat. Pada awal September, ada 51 pelapor surat pernyataan harta (SPH), sedangkan menjelang akhir periode pertama, bertambah jadi 76 pelapor.

’’Sebanyak 102 surat keterangan pengampunan pajak (SKPP) sudah dikeluarkan,’’ kata pejabat yang akrab disapa Toto itu.

Jumlah tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan sasaran WP besar pribadi dan badan di Indonesia yang mencapai 2 ribu WP. Dari angka itu, 1.200 WP di antaranya merupakan WP pribadi.

Sebanyak 127 WP besar tersebut, termasuk kakak beradik Garibaldi (Boy) dan Erick Thohir yang kemarin mengikuti program pengampunan pajak, datang bersamaan sekitar pukul 09.00 di kanwil khusus WP besar yang berlokasi di kawasan SCBD Sudirman. Boy yang merupakan bos Adaro Energy itu mengajak para pengusaha lain untuk segera mengikuti program tax amnesty.

Sementara itu, pemerintah masih melihat perkembangan realisasi dana dari kebijakan amnesti pajak hingga akhir September 2016 untuk memutuskan langkah antisipasi yang terkait dengan anggaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui, hasil tax amnesty hingga saat ini belum mencapai target.

Pemerintah menargetkan tebusan dana kebijakan amnesti pajak bisa mencapai Rp 165 triliun hingga akhir tahun dan masuk dalam APBNP 2016. Hingga kemarin, uang tebusan yang masuk baru Rp 11,2 triliun atau 6,8 persen dari target. Sementara itu, dana repatriasi yang masuk mencapai Rp 23,5 triliun.

’’Tunggu sampai akhir bulan. Masih jalan kan. Kita belum bicara. Sampai sekarang masih kurang menggembirakan. Tunggu sampai akhir bulan,’’ katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Meski hasilnya tidak menggembirakan, pemerintah terus mengimbau aparat pajak untuk bergerak meyakinkan wajib pajak untuk memanfaatkan sisa waktu. (dim/dee/c5/sof/jpgrup)

Respon Anda?

komentar