Bareskrim Bongkar Klinik Kecantikan Tanpa Izin, Gunakan Obat Ilegal Asal Eropa

510
Pesona Indonesia
Barang Bukti yang diamankan Bareskrim. Sumber Foo: www.tren.co.id
Barang Bukti yang diamankan Bareskrim. Sumber Foto: www.tren.co.id

batampos.co.id — Kaum hawa yang ingin mendapatkan perawatan kecantikan pantas khawatir. Pasalnya, Rabu (14/9/2016) kemarin Bareskrim mengungkap keberadaan klinik kecantikan bernama Queen yang tidak memiliki izin praktek dan menggunakan obat ilegal.

Praktis, bisa jadi ada kandungan berbahaya dalam obat-obat kecantikan itu. saat ini, kandungan obat sedang diperiksa di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan klinim Queen yang beralamat di Sunter itu memeiliki dua klinik, klinik utama dan klinik kecantikan. Klinik utamanya itu membuka praktek untuk operasi kecantikan dan klinik kecantikan itu untuk yang sifatnya ringan.

”Masalahnya, untuk klinik utama itu hanya memiliki izin klinik umum dan sama sekali tidak memiliki izin klinik kecantikan,” tuturnya.

Apalagi, setelah diperiksa diketahui bahwa sebagian besar obat-obatan yang digunakan ternyata sama sekali tidak memiliki izin edar dari BPOM atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Obat-obat itu berasal dari Eropa dan Tiongkok yang diselundupkan secara ilegal.

”Bahan-bahan obat kecantikan ini sama sekali tidak diketahui, bisa jadi ada yang berbahaya,” ujarnya.

Klinik yang berlokasi di Jalan Agung Niaga, Sunter, Jakarta Utara itu dimiliki seorang profesor kecantikan berinisial MGT yang diduga ijasahnya abal-abal. Dalam ijasahnya, dia mendapat gelar profesor dari Saint John University, Singapura.

”Mengakunya gelar profesornya karena sulam alis, tapi sulam alis sendiri yang menemukan bukan dia,” ungkapnya.

Saat ini gelar dari pemilik klinik kecantikan itu sedang diperiksa kebenarannya. Dia menjelaskan, kalau ternyata palsu bisa jadi akan dikenakan pasal berlapis, dari undang-undang kesehatan hingga pemalsuan. ”Kami sedang dalami,” ujarnya.

Klinik tersebut juga melayani sejumlah bedah kecantikan, diantaranya operasi hidung, wajah hingga operasi alat vital.

Tarif untuk operasi kecantikan itu bervariasi dari Rp 1 juta hingga Rp 70 juta.

Untuk operasi kecantikan itu, ada empat dokter yang statusnya dipastikan resmi. ”Tapi, empat dokter ini mengaku tidak mengetahui kalau kliniknya tidak berizin,” jelasnya.

Masalahnya, klinik tersebut ternyata sudah beroperasi sejak tahun 2000, yang berarti telah 16 tahun melayani konsumennya.

Dia mengatakan, konsumen yang telah ditipu bisa jadi mencapai ribuan orang. Tapi, memang belum ada keluhan dari konsumennya. ”Bisa jadi, konsumennya enggan melaporkan karena malu,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk klien klinik kecantikan itu tercatat terdapat nama sejumlah artis berinisial M dan E. Dari sisi korban akan diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana dampak obat-obat tersebut. ”Semua didalami dulu,” ujarnya.

Yang pasti, pengungkapan klinik kecantikan tanpa izin ini merupakan upaya Bareskrim menunjukan kehadiran dari negara. Jangan sampai ada korban terlebih dahulu, baru penanganan dilakukan.

”Kami lindungi masyarakat dulu dengan memastikan izin dan kandungan obat, biar masyarakat tidak dirugikan belakangan hari,” jelasnya. (idr/jpgrup)

Respon Anda?

komentar