Jelang Tenggat Waktu, Warga Ramai Rekam Data e-KTP

453
Pesona Indonesia

Rekam-E-KTP_Dalil-Harahap-640x427batampos.co.id – Warga yang belum memiliki e-KTP berbondong-bondong mendatangi kantor Camat Lingga di Daik untuk melakukan perekaman data. Warga begitu antusias mengikuti proses perekaman yang dilakukan pihak kecamatan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga, Rabu (14/9) pagi.

Pantauan dilapangan, perekaman yang berlangsung diikuti oleh sejumlah warga desa di Kecamatan Lingga seperti Kelurahan Daik, Panggak Darat, Panggak Laut, Nerekeh dan Desa Musai berlangsung tertib. Mulai dari siswa SMA yang telah cukup usia hingga orang-orang tua ramai mengurus perekaman data e-KTP.

Informasi yang dihimpun, selain 5 desa yang melakukan perekaman di Kecamatan Lingga, Disdukcapil juga menggelar perekaman serupa pada hari Kamis (15/9) untuk Desa Merawang, Kelombok dan Kelumu yang berlangsung di kantor Desa Merawang, Kecamatan Lingga. Sedangkan untuk Desa Mentuda akan berlangsung terpisah, begitu juga dengan desa paling selatan dan jauh yakni Desa Pekajang akan langsung didatangi disdukcapil bersama pemerintah kecamatan.

Dari total 10.000 warga Kabupaten Lingga, disampaikan, mantan Camat Lingga, Agus Karyadi beberapa waktu lalu sedikitnya masih 1.000 warga belum memiliki e-KTP. Kerusakan server di disdukcapil yang berkantor di Dabo Singkep 2 tahun terakhir menjadi salah satu kendala perekaman berlangsung.

“Total dari keseluruhan warga yang belum punya e-KTP diperkrakan 10 persen,” kata Agus.

Selain itu juga, jarak tempuh dan ongkos transportasi laut yang dirasakan berat membuat warga enggan melakukan perekaman. Hal serupa diungkapkan salah seorang warga Daik, Maryam. Untuk ongkos ke Dabo, pulang-pergi sedikitnya harus merogoh kocek Rp 100 ribu. Belum lagi ongkos transportasi darat baik ojek maupun kendaraan roda empat.

“KTP-nya memang gratis. Ongkosnya, kita tidak sanggup,” keluh warga.

Adanya perekaman yang berlangsung di Daik, kata Maryam cukup mempermudah hal tersebut. Sejak berlakunya e-KTP, baru kali ini, kata Maryam, ia bisa mengurus pembuatannya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar