Kartu Sakti Garda Terbilang Jadi Bumerang Bagi Bupati Lingga

2183
Pesona Indonesia
Ormas Gema Lingga berunjuk rasa, kemarin. foto:hasbi/batampos
Ormas Gema Lingga berunjuk rasa, kemarin. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kartu ‘sakti’ Garda Terbilang yang dibagikan saat kampanye Pilkada 2015 lalu kini menjadi bumerang bagi Bupati Lingga Alias Wello dan Wabup M Nizar. Pasalnya, setelah lebih dari 200 hari kerja pemimpin baru Lingga tersebut, belum ada satupun realisasi janji politik kepada masyarakat pendukungnya membuat massa yang tergabung bersama Ormas Gema Lingga menagih janji politik pemenang pilkada tersebut.

Hal ini disampaikan langsung Ketua Ormas Gema Lingga, Zuhardi dalam unjuk rasa di halaman kantor Bupati Lingga, Rabu (14/9) pagi. Disampaikan Zuhadi atau lebih akrab disapa Juai, sudah seharusnya bupati terpilih menunaikan janji kepada pemilik kartu Garda Terbilang. Hingga kini, kata Juai, dilapangan banyak masyarakat yang mempertanyakan fungsi kartu sakti tersebut.

“Masyarakat mempertanyakan fungsi kartu sakti ini. Sampai hari ini, masyarakat telah mengumpulkan ke kita lebih kurang 1.000 kartu Garda Terbilang. Kita minta bapak bupati yang terhormat menunaikan janjinya,” tegas Juai.

Jika dalam waktu dekat, janji politik tersebut tidak segera ditanggapi, Juai berjanji akan membawa massa yang lebih ramai. “Masyarakat jangan hanya dijadikan korban politik dan kepentingan. Kami minta segera direalisasikan janji-janji ini,” tambah Juai.

Isi dari kartu ‘sakti’ saat kampanye pilkada pasangan Awe-Nizar terdapat empat poin yang membuat masyarakat memilih pasangan tersebut. Diantaranya, kemudahan melamar pekerjaan dan batuan modal usaha, kemudahan mendapat bantuan dan pelatihan untuk bekerja, kemudahan untuk mendapat sekolah gratis dan beasiswa pendidikan tinggi serta kemudahan berobat gratis. Kartu berukuran mini tersebut, juga ditandangani langsung Alias Wello dengan jabatan sebagai pembina.

“Hampir di seluruh pelosok desa ada yang pegang. Disitu masa berlakunya April 2016 hingga Desember 2016. Tapi sampai sekarang, belum ada satupun yang nyata,” tutup Juai. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar