Keputusan Kandidat Sekda Kepri Menui Kontra

487
Pesona Indonesia
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos

batampos.co.id – Keluarnya keputusan tiga nama kandidat yang akan diusulkan untuk menduduki jabatan Sekda Kepri defenitif, mulai menuai pro dan kontra. Bahkan lolosnya Arif Fadilllah menjadi sorotan tajam dari Anggota Komisi I DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov.

“Ada yang timpang dengan keputusan Pansel. Kalau dilihat secara dalam, tahapan seleksi ini hanya formalitas saja. Karena sudah menjurus ke nama-nama tertentu,” ujar Ruslan.

Dalam pendapatnya, Syamsul Bahrum dan Arif Fadillah adalah dua nama potensial yang dipersiapkan Gubernur terpilih. Sementara itu, Naharuddin hanya menjadi tim penggembira. Atau boleh dikatakan sebagai kuda hitam.

“Sudah ada gelagat yang kurang baik. Kami akan laporakan ini kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga tahapan akhir berjalan secara independen dan transparan,” cetus Politisi Partai PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, sumber lain mengatakan masuknya nama Syamsul karena pertimbangan gelar Doktor, intelektual dan menyelesaikan pendidikan di Lemhanas. Karena apabila nama tersebut tidak masuk, akan terjadi pelecehan akademik.
“Sedang Nahar sebagai kompensasi, jangan sampai ada yang tidak masuk. Mengingat mereka suami-istri. Yang lain hanya sebagai pengembira saja. Jadi Sekda itu tetap selera user bukan kemauan pansel,” ujar Sumber terpercaya Batam Pos.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri telah memutuskan tiga kandidat terbaik untuk diusulkan sebagai Sekda Kepri defenitif. Selanjutnya menjadi tanggungjawab Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk melanjutkan kepada Pemerintah Pusat.

“Lewat rapat bersama, Selasa (13/9) malam lalu, kami sudah memutuskan tiga kandidat terbaik yang berkompeten untuk menduduki posisi Sekda Kepri,” ujar Ketua Pansel Sekda Kepri, Eko Prasojo menjawab pertanyaan koran Batam Pos, Rabu (14/9)

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penilaian seluruh proses seleksi terbuka yang meliputi penilaian administrasi, penilaian makalah, assessment centre, dan wawancara akhir terhadap calon Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Keputusan yang dibuat, sepenuhnya kesepakatan Pansel, tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Disebutkannya, nama-nama terpilia sudah disampaikan secara resmi lewat surat pemberitahuan yang disusun Pansel dengan Nomor 05/Pansel-JPTM/KEPRI/2016 tentang hasil akhir seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Provinsi Kepri. Adapun mereka yang terpilih adalah, Sekda Kabupaten Karimun, Arif Fadillah dengan poin tertinggi 82,98. Kemudian disusul Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum dengan skor 81,07. Nama ketiga adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharuddin dengan raihan 77.02

“Tugas dan tanggungjawab kami selesai sampai ke tahap ini. Selanjutnya menjadi tanggungjawab Gubernur untuk proses selanjutnya,” jelas Eko.

Ditempat terpisah, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku belum menerima laporan secara resmi terkait hasil akhir seleksi Sekda Kepri. Disinggung apakah kandidat pilihannya ada lolos atau tidak, orang nomor satu Kepri tersebut mengatakan semua peserta adalah putra-putri terbaik Kepri.

“Semua saya jagokan, tetapi keputusannya Pansel sudah menentukan tiga nama. Memang sampai saat ini, saya belum menerima langsung laporan tersebut,” ujar Nurdin menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, kemarin.

Ditanya kapan ketiga nama tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat, Nurdin mengatakan segera akan diserahkan. Karena masih banyak pekerjaan besar yang menanti. Yakni penyelesaian susunan perangkat daerah atau Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

“Yang jelas kita patuhi peraturan yang ada. Kalau memang harus menyampaikan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) masing-masing kandidat harus melaporkan. Nanti kita minta semua esselon IV-I untuk berkala membuat laporan kekayaan,” jelasnya. (jpg/bni/bpos)

Respon Anda?

komentar