Ini Komentar Tiga Kandidat Sekda Kepri yang Masuk Tiga Besar

473
Pesona Indonesia
Arif Fadillah. foto;dok
Arif Fadillah. foto;dok

batampos.co.id – TS Arif Fadillah mengatakan dirinya bersyukur kepada Allah karena namanya termasuk salah satu yang lulus seleksi. Tak lupa Arif memohon doa dan dukungan seluruh pihak karena masih ada tahapan lain.

“Saya bersyukur telah diberi kesempatan ini, mulai dari mengikuti seleksi administrasi, penilaian makalah, assessment centre, dan wawancara akhir. Semua perjalanan ini Allah yang menentukan,” ujarnya saat dihubungi koran Batam Pos.

Dikatakan Arif, yang saat ini menjabat sebagai Sekda Karimun ini, meski namanya berada diurutan pertama, namun dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan Gubernur yang bertindak sebagai user terkait siapa yang akan menjadi Sekda Provinsi Kepri nantinya.

Disinggung apa yang akan dilakukan jika terpilih sebagai Sekda nantinya? Arif yang dikenal dekat dengan Nurdin saat menjabat sebagai Bupati Karimun ini mengatakan, akan bekerja sebaik mungkin mengimplementasikan kebijakan gubernur. “Seorang Sekda tentunya mendukung semua kebijakan gubernur dan melakukan koordinasi dengan seluruh stake holder. Sehingga pembangunan yang kita lakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” ujar pria yang pernah menjabat Kadispenda Karimun ini.

Jika diibaratkan, kata Arif, Sekda merupakan seorang koki juru masak yang meramu masakan sesuai dengan selera gubernur.
Untuk menghasilkan masakan yang berkualitas tentunya harus berkoordinasi dengan seluruh SKPD sebagai pihak yang memasak, sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal. “Kita harus satu komitmen untuk mewujudkan keinginan kepala daerah,” ujarnya.

Selain itu, kata Arif, seorang Sekda harus mampu mengimplementasikan keinginan gubernur. “Jangankan berbicara, gerak badannya pun kita harus tahu apa keinginan pimpinan tersebut,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bapeda Karimun ini.

Sementara itu, peringkat dua terbaik, Syamsul Bahrum mengatakan nama-nama yang lolos semuanya memiliki kompetensi yang sama. Artinya sama-sama punya peluang untuk mendapat amanah sebagai Sekda Kepri defenitif. Menurutnya, apapun hasil akhirnya nanti adalah keputusan terbaik.

“Motivasi kita maju sebagai Kandidat Sekda Kepri adalah untuk memberikan yang terbaik. Bagi pembangunan daerah. Andai kata terpilih atau tidaknya nanti adalah merupakan keputusan terbaik,” ujar Asisten II Pemprov Kepri tersebut.

Mantan Asisten III Pemko Batam tersebut mengatakan, hasil akhir tetap melalui Tim Penilai Akhir (TPA) Pemerintah Pusat. Menurutnya, siapun kandidat yang terpilih untuk menjabat sebagai Sekda Kepri harus tetap memberikan yang terbaik.

“Usaha sudah dilakukan, sekarang bertawakal saja. Hidup harus selalu optimis, mudah-mudahan diberikan hasil yang terbaik,” ujar Syamsul Bahrum.

Sementara itu, Naharuddin yang merupakan Kepala Bappeda Kepri mengatakan melihat hasil keputusan Pansel merupakan keputusan yang terbaik. Menurut Naharuddin, semua kandidat yang ikut seleksi sampai ketahap akhir sudah menunjukan kompetensinya.

“Kalau kita bicara mampu dan tidak mampu, semua kandidat mampu. Karena semua tahapan berhasil diselesaikan,” ujar Naharuddin.

Ditegaskannya, meskipun dirinya berada diurutan ketiga, tetapi itu bukan persoalan baginya. Karena hasil akhir akan ditetapkan oleh TPA. Yakni ada Presiden, Wakil Presiden, Sekretaris Kabinet, Sekretaris Negara, Badan Intelegen Negara, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kementerian Dalam Negeri.

“Sebelum mendaftar saya sudah menyampaikan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK),” paparnya.

Masih kata Nahar, dirinya akan tetap berlapang dada apabila tidak menjadi yang terpilih nantinya. Karena memang dari tiga terbaik, hanya ada satu yang terpilih. Menurutnya, bisa saja ada tahapan seleksi selanjutnya ditingkat pusat.

“Motivasi saya adalah panggilan tugas dan pengabdian. Sudah pasti ada tidak terpilih, tentu saya akan mempersiapkan diri untuk menghadapi tahapan selanjutnya,” ungkap Nahar.

Mantan Kepala Dinas Penpdatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, kinerja maupun profesionalis Pansel sudah sangat relevan. Kerja keras yang ditunjukan Pansel adalah untuk mencari figur yang sesuai untuk membantu Gubernur dalam menjalankan roda pemerintah Kepri dengan baik.

Ditambahkannya, ketiga kandidat yang lolos merupakan Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Diakuinya, dirinya lebih senior dibandingkan dua kandidat lainnya. Akan tetapi, hal itu bukan menjadi parameter.

“Kompetisi ini menunjukan sikap profesional, dan punya daya saing untuk menjadi yang terbaik. Serta memberikan yang terbaik,” tutup Nahar. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar