Lapangan Migas Block B Dijual, Pekerja Conocophilips Resah

1213
Pesona Indonesia
Ilustrasi migas. Foto: istimewa
Ilustrasi migas. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penjualan lapangan migas Block B PT Conocophilips menimbulkan gejolak di lingkungan karyawan. Sebagian dari karyawan mengaku resah karena perusahaan pembeli bukan perusahaan besar seperti Conocophilips sehingga sebagian dari mereka khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pengurangan gaji bahkan hingga pengurangan karyawan secara massal dengan alasan efisiensi.

“Kami dengar penjualan Block B sudah semakin dekat, kami takut ada PHK secara besar-besaran,” ungkap salah seorang pekerja kontraktor yang mengaku namanya Wan, kepada wartawan Rabu (14/9).

Yang membuatnya khawatir, ketika dirinya mendengar kabar bahwa pimpinan PT Conocophilips hanya akan menjamin pekerja hanya enam bulan kedepan. Sementara itu pekerja kontrak menjadi urusan sepenuhnya pemilik baru Block B.

“Jangankan kami, pekerja tetap saja belum tentu dilanjutkan di perusahaan yang baru,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Samad, mengatakan kekhawatiran itu tidak beralasan karena perusahaan tidak bisa memberhentikan karyawan begitu saja.

Meskipun sudah ganti pemilik, kata Samad, tapi harus mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2019 bahwasanya pekerja harus dipekerjakan sesuai dengan job yang ada. “Beda lagi kalau jobnya tidak ada, maka baru akan ada pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya kepada wartawan Rabu (14/9).

Staf Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Sucipnoriadi, mengatakan, pekerja tidak usah terlalu khawatir dengan adanya pergantian bendera perusahaan karena sesuai aturan perusahaan harus mempekerjakan pekerja seperti semula. “Pemutusah hubungan kerja itu ada sebab dan akibatnya,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia mencontohkan pemutusah hubungan kerja bisa jadi ketika pegawai melanggar kontrak kerja, mengundurkan diri dan sebagainya. “Kalau pengusaha mem-PHK-kan karyawan tanpa sebab itu tidak bisa,” ungkapnya lagi.

Mengenai efisiensi, pengusaha tidak harus melakukan pengurangan kepada karyawan tapi bisa diambil kebijakan lain seperti mengurangi lembur bahkan meniadakan lembur. “Efisiensi tidak harus mengurangi karyawan. Saya rasa para pekerja tidak usah terlalu khawatir,” ungkapnya.

Sementara itu Vice Presiden Humas Conocophilips enggan menanggapi masalah ini. Ketika ditanya benar atau tidaknya penjualan
Block B Conocophilips beserta alasan, dirinya memilih tidak berkomentar. “Conocophilips tidak berkomentar mengenai hal tersebut. Saat ini prosesnya masih berjalan,” ungkapnya singkat melalui SMS. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar