Pemkab Karimun Dukung Relokasi Pelabuhan Internasional ke Penagak

346
Pesona Indonesia
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat bertemu dengan  Dirjenhubla. foto:humas pemkab
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat bertemu dengan Dirjenhubla. foto:humas pemkab

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan mendukung penuh wacana Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang akan melakukan relokasi pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun ke Tanjung Penegak Kelurahan Tebing. Hal itu ditegaskan Bupati setelah rapat koordinasi antara pihak PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungbalai Karimun bersama Gubernur Kepri dan stake holder lainnya beberapa waktu lalu.

“Kita (Pemkab Karimun-red) mendukung wacana yang dilontarkan Gubernur Kepri. Tinggal, bagaimana tindaklanjutnya proses relokasi nantinya. Sebab, ada beberapa aturan yang harus dilakukan revisi salah satunya RT/RW antara Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri,” ungkapnya.

Dengan adanya wacana tersebut, sambung Rafiq lagi, secara otomatis pergerakan ekonomi di wilayah Coastal Area tersebut akan berkembang pesat. Sehingga, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sejalan untuk menjadikan kawasan bagian Barat poros maritim dunia. Yang dampaknya, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat maupun Pemda Karimun dalam bentuk peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor kepelabuhanan.

“Semuanya perlu proses. Artinya, satu persatu kita lakukan dahulu. Sekarang kita selesaikan pelabuhan parit rampak,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat bahwa wacana tersebut sangat menguntungkan Pemkab Karimun. Secara otomatis sudah merancang kota baru untuk pengembangan kawasan yang telah tertata. Lokasi tersebut, sudah sangat cocok untuk dibangun pelabuhan penumpang baik internasional maupun domestik.

Sebab, lokasinya cukup luas dan bisa ditata sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kesemrawutan lalulintas jalan. Baik bagi calon penumpang yang akan berangkat maupun datang. Dan bisa akses langsung ke bandara yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan tersebut.

“Dengan Nawacita Jokowi yang memprioritaskan dunia kemaritiman. Letak geografis Karimun sangat diuntung antara kedua negara serumpun. Nah, di sini pelaku kebijakan harus benar-benar jeli mengambil peluang yang sudah ada didepan mata,” jelasnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar