Status Lahan Ganjal Pengoperasian Terminal Pelabuhan Tanjungbatu

397
Pesona Indonesia
Ruang tunggu Pelabuhan Tanjungbatu, Kundur. foto:dok
Ruang tunggu Pelabuhan Tanjungbatu, Kundur. foto:dok

batampos.co.id – Pembangunan terminal dan ruang tunggu pelabuhuan domestik Tanjungbatu sudah rampung dikerjakan tiga tahun lalu. Ironisnya, untuk pengoperasian terminal yang pembangunannya menggunakan alokasi anggaran Provinsi Kepri ini, terkendala status lahan.

Terungkapnya kendala status lahan untuk pengoperasian terminal, dan ruang tunggu pelabuhan domestik Tanjungbatu setelah anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Ery Suwandy menelusuri mangkraknya proyek tersebut. Mengingat, proyek Dinas Perhubungan Provinsi Kepri tahun anggaran 2013 tersebut menelan anggaran Rp 2,6 miliar.

“Iya saya sudah menelusuri dan mengecek keberadaan proyek terminal dan ruang tunggu Pelabuhan Tanjungbatu. Hal itu menindaklanjuti keluhan dan desakan masyarakat terkait keberadaan pelabuhan yang selama ini belum difungsikan. Masyarakat berharap agar fasilitas pelabuhan segera digunakan, namun kendalanya masalah status lahan,” kata Ery Suandy saat dikonfirmasi, Rabu (14/9) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, jika proyek terminal dan ruang tunggu Tanjungbatu dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Hanya saja kesalahan gedung tersebut ternyata dibangun di atas lahan milik pemerintah pusat. Sementara selama ini belum ada surat terkait hibah, baik dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi. Pun begitu sebaliknya.

“Sewajarnya jika pemerintah pusat menghibahkan ke pemerintah daerah bukan malah sebaliknya. Karena terkendala masalah administrasi tersebut, ruang tunggu dan terminal terbengkalai sampai sekarang,” bebernya.

Wijoyokesumo salah seorang warga mengaku kecewa dengan mangkraknya terminal dan ruang tunggu Pelabuhan Tanjungbatu. Diakuinya hanya karena masalah adsminitrasi, akibatnya masyarakat yang dirugikan.

“Masyarakat tidak tahu menahu masalah administrasi, yang pasti fasilitas dibangun untuk meningkatkan pelayanan namun sudah tiga tahun justru belum digunakan. Kami berharap agar masalah administrasi segera diselesaikan sehingga gedung tersebut bisa secepatnya difungsikan,” tegasnya. (ims/bpos)

Respon Anda?

komentar