Tak Terima dengan Hasil Tim Audit, Mantan Bupati Laporkan BPKP ke Polisi

400
Pesona Indonesia
Ilustrasi korupsi. Foto: istimewa
Ilustrasi korupsi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Mantan Bupati Seluma, Murman Effendi terus melakukan berbagai upaya supaya lepas dari jeratan hukum. Usai kalah dalam praperadilan beberapa bulan lalu, ia kembali melakukan perlawanan.

Teranyar, Murman yang ditetapkan tersangka oleh Kejati Bengkulu dalam kasus proyek multiyears Seluma, melaporkan tim auditor Universitas Bengkulu (Unib) dan BPKP Perwakilan Bengkulu ke Polda Bengkulu. Laporan itu disampaikannya, Selasa (13/9) sore.

“Memang ada laporan dari Murman Effendi. Tapi saya belum tahu, apakah dia datang sendiri, atau melapornya melalui kuasa hukumnya. Yang jelas, setiap orang yang melapor akan kita terima dulu, nanti diteliti, apakah bisa diproses atau tidak,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP. Sudarno, seperti diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) hari ini (15/9).

Murman melaporkan dugaan tindak pidana Undang-undang Nomor 5 tahun 2011 Tentang Akuntan Publik. Menurutnya, berdasarkan surat SR 0696/PW06/5/2013, menerangkan hasil audit pembangunan Multiyears di Seluma menyebabkan negara mengalami kerugian sekitar Rp 3,56 miliar. Angka kerugian negara itu sendiri merupakan hasil audit yang dilakukan oleh ahli audit dari Unib dan BPKP.

Padahal versi Murman, proyek Multiyears tersebut sudah dikerjakan senilai Rp 1,5 miliar. Atas penghitungan tersebut, Murman merasa dirugikan. Sebab, hasil audit itulah dijadikan sebagai salah satu alat bukti oleh penyidik Pidsus Kejati Bengkulu untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka.

Terpisah, Kajati Bengkulu, Ali Mukartono, SH, MM ketika ditanya mengaku belum mengetahui soal upaya Murman melapor ke Polda.

“Tidak tahu saya, saya juga juga baru dengar-dengar, tapi sampai kini saya belum lihat laporannya,” terang Kajati.

Dikatakannya, dalam pencarian Murman sebagai DPO, pihaknya sudah bekerjasama dengan polisi. “Kita sudah bekerjasama, nanti akan kita koordinasikan lagi ke Polda,” ujar Kajati.

Terpisah, Aspidsus Kejati Bengkulu, Ahmad Dharmansyah, SH, MH memastikan kalau Murman memang sudah masuk dalam DPO.

Namun ia juga mengaku belum mengetahui, kabar Murman melapor ke Polda. “Saya belum cek, kan belum tahu apakah dia datang sendiri melapor atau dikuasakan pada kuasa hukumnya. Tapi sudah jelas dia DPO,” demikian Dharmansyah.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Kejati Bengkulu mengusut proyek Multiyears Pemda Seluma tahun 2011. Proyek tersebut berupa jalan dan jembatan, yang nilainya sekitar Rp 60 miliar.

Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Bengkulu, proyek ini merugikan negara mencapai Rp 3,6 milair. Selanjutnya ditetapkanlah empat tersangka. Yakni, Murman Effendi, Joresmin, Erwin Paman dan Samidi. Murman dan Joresmin akhirnya mengajukan upaya praperadilan dengan hasil yang berbeda. Pengadilan Negeri (PN) Seluma menolak praperadilan Murman, sementara PN Bengkulu menerima praperadilan Joresmin.

Tak mau kalah begitu saja, Kejati Bengkulu kembali menetapkan ulang Joresmin sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sampai saat ini, ketiga tersangka sudah mendekam di Lapas Bentiring. Sementara Murman masuk DPO. (jpg)

Respon Anda?

komentar