Terkait Dana Hibah Rp 15 Miliar untuk UMRAH, Kajati Kepri Belum Bisa Berpendapat

484
Pesona Indonesia
Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono. foto:yusnadi/batampos
Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widiastono mengatakan pihaknya tidak bisa cepat memberikan pendapat terkait dana hibah Rp 15 miliar pada tahun 2016 dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) yang hingga saat ini belum dicairkan.

”Ini harus saya teliti terlebih dulu untuk memastikan apakah porsinya sudah seperti itu dan tidak melabrak aturan,” ujar Andar, Rabu (14/9).

Dikatakan Andar, pihaknya kemarin kedatangan tamu yakni Plt Sekda Kepri Reni Yusneli, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Pejabat Inspektorat dan juga Rektor Umrah. Dari pertemuan itu, ia baru mendapat informasi jika dana hibah tersebut sudah dalam bentuk APBN dan tidak masuk dari 20 persen anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dari APBD tahun 2016.

”APBN setelah di-APBN-kan, baru dananya di gelontorkan ke Pemda. Walaupun dana yang digelontorkan tersebut dari APBD itu prosedur dan sudah benar. Jadi nanti dari APBN baru masuk ke Umrah, karena Umrah sendiri punya DIPA. Intinya kami teliti fokus pada prosedur terlebih dahulu dengan meminta pendapat para pihak terkait,” kata Andar.

Dijelaskan Andar, kedatangan Plt Sekda Kepri dan pejabat lainnya ke Kejati Kepri jangan diasumsikan bahwa mereka minta pendapat terkait penggunaan dana hibah tersebut. Karena menurut Andar, penggunaan dana tersebut merupakan urusan mereka.

”Karena begini, jika saya lihat tampaknya keputusan penggunaan dana itu tergantung kami (Kejati). Padahal itu urusan mereka. Yang jelas jika dalam penggunaannya ada penyimpangan akan kami tindak,” jelas Andar.

Jika nantinya dana tersebut bisa di gunakan, Andar berpesan, agar penggunaanya jangan sampai melanggar aturan atau bertentangan dengan undang-undang. Sebab jika tidak itu bisa menjadi masalah.

”Jika semisalnya dana itu bisa digunakan untuk Umrah, silahkan diatur untuk membayar tunjangan. Yang penting penggunaan jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu duit rakyat dan rakyat juga harus tahu,” pesan Andar.

Disebutkan Andar, dana Rp 15 miliar tersebut kalau bisa direvisi dan jangan untuk Umrah saja. Karena banyak dunia pendidikan lainnya di Kepri yang juga butuh anggaran. “Jangan sampai nanti yang lainnya juga ikut teriak. Kalau bisa dibagi dengan pendidikan lainnya,” ucap Andar.

Seperti diketahui, dosen dan pegawai Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang yang berstatus non pegawai negeri sipil menuntut tunjangan kerja selama 10 bulan yang tidak kunjung terbayarkan. Dana hibah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2016 yang semula menjadi sumber pembayaran malah tidak kunjung dicairkan. Tidak ada kejelasan alasan dibalik ini semua.

Enggan terus dibuat menerka-terka arah pencairan dana hibah, seluruh dosen dan pegawai non pegawai negeri sipil UMRAH mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Jumat (2/9) lalu. Misinya jelas. Mereka menuntut kepastian sekaligus jawaban konkret mengenai pencairan dana sebesar Rp 15 miliar yang, dari informasi diterima, sudah masuk daftar alokasi belanja Pemprov Kepri tahun ini.

Tak sampai disitu, ratusan massa yang tergabung dari dosen dan staf Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang kembali menggeruduk halaman Kantor Gubernur Kepri, Selasa (13/9) lalu. Rencananya mereka ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk membicarakan realisasi pencairan dana hibah tahun 2016. Namun, rupanya Gubernur Nurdin tidak ada di tempat.

Ratusan massa ini serasa menelan pil pahit. Pasalnya, sebelumnya Nurdin sendiri yang menjanjikan bakal menerima audiensi kemarin, sesuai dengan waktu yang ia tentukan sendiri. Audiensi yang direncanakan tersebut merupakan tindakan terakhir mereka dari penantian panjang terkait dana hibah yang tidak kunjung cair sehingga menahan tunjangan dosen dan staf selama lebih kurang 10 bulan.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar