Transfer BBM Ship to Ship Secara Ilegal, Kapal dan Tugboat Ditangkap

727
Pesona Indonesia
Kapal yang ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Dabo Singkep. foto:yusnadi/batampos
Kapal yang ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Dabo Singkep. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Dabo Singkep, berhasil menggagalkan upaya transfer bahan bakar minyak (BBM) ship to ship yang dilakukan kapal KM Riau Jaya, tagboat TB Cavalo, serta TK Metro yang berlayar dari Dumai tujuan Jakarta, di perairan Alang Tiga, Dabo Singkep, Selasa (13/9) sekitar pukul 22.30 WIB.

Pengungkapan kegiatan transfer BBM illegal tersebut berawal dari kegiatan patroli laut yang dilakukan oleh tim WFQR 4 Lanal DBS dengan menggunakan Patkamla Kuala Gaung yang mendeteksi adanya kegiatan illegal yang dilakukan kedua kapal. Setelah mencium gelagat yang mencurigakan, tim WFQR bertindak cepat melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas kapal di tengah gelapnya malam.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kapal yang terlibat kegiatan transfer BBM ship to ship tersebut adalah KM Riau Jaya GT 17 dengan TB Cavalo GT 185 dan TK Metro GT 2085 berlayar dari Dumai tujuan Jakarta dengan muatan CPO sebanyak 4.000 ton dengan pemilik berinisial S dan dinahkodai oleh P. Anak buah kapal (ABK) sebanyak 15 orang yaitu 10 orang ABK TB Cavalo dan 5 orang ABK TK Metro.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan Lantamal IV melalui tim WFQR tidak akan pernah berhenti melakukan pengejaran dan penindakan terhadap segala bentuk pelaku kejahatan di perairan Kepri. Salah satunya adalah penggagalan upaya transfer BBM ship to ship yang dilakukan di tengah laut dan dalam kegelapan malam.

”Pelaku kejahatan ini selalu mencari titik kelengahan aparat, hal ini terbukti dengan pergerakan mereka yang melakukan kegiatan illegal ditengah malam. Namun sebagai garda terdepan, TNI AL dalam hal ini Lantamal IV melalui tim WFQR akan terus meningkatkan kewaspadaan melalui patroli rutin dan memetakan alur laut yang rawan tindak kejahatan,” ujar Irawan.

Dikatakan Irawan, berdasarkan pengakuan nahkoda TB Cavalo, rencananya mereka akan menstransfer BBM kepada KM Riau Jaya sebanyak 10 ton. Namun, saat ditangkap BBM yang ditransfer baru tiga ton.

”Kita tidak boleh lengah dan kalah dari para penjahat, sekecil apapun tindak kejahatan tetaplah kejahatan dan harus ditangani secara serius dan tuntas, tidak ada kata kompromi dengan mereka yang jelas-jelas merugikan negara,”ucap Irawan.

Guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut, TB Cavalo, TK Metro dan KM Riau Jaya selanjutnya ditarik dan diamankan di Tanjung Sebayur Dabo Singkep.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar