Usut Tuntas Siphoning Illegal Oil, Lantamal IV Panggil Penyewa Kapal dari Malaysia

356
Pesona Indonesia
Tanker Vier Harmonie  Foto: istimewa
Tanker Vier Harmonie Foto: istimewa

batampos.co.id – Lantamal IV Tanjungpinang akan mengusut tuntas sindikat penyalahgunaan BBM ilegal jaringan internasional dari pengungkapan MT Vier Harmoni dan MT Angeline 2. TNI AL pun telah melayangkan surat kepada penyewa kapal tanker MT Vier Harmoni, Ozoil BHD, Malaysia, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Hal itu dikatakan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S Irawan, kepada sejumlah wartawan, saat ditemui di sela-sela acara Triathlon, dalam rangka HUT ke 71 TNI AL, di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Rabu (14/9).

“Kami sudah melayangkan surat ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meminta penyewa kapal hadir ke sini untuk dimintai keterangan sebagai saksi,”ujar Irawan.

Dikatakan Irawan, permintaan untuk menghadirkan penyewa kapal oleh penyidik TNI AL dalam rangka proses penyidikan terkait sindikat siphoning oil tersebut. Pihaknya juga akan meminta keterangan saksi dari pihak perusahaan lainnya yang terlibat dalam jaringan internasional tersebut.

“Dari pemimpin Angkatan Laut, bapak KSAL(Kepala Staf Angkatan Laut) dan Pangarmabar (Panglima Armada Wilayah Barat), ini harus tuntas sampai habis,” kata Irawan.

Aktifitas kapal MT Vier Harmoni dan MT Angeline 2 yang ditangkap tim WFQR, jelas Irawan, sangat merugikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aktivitas dua kapal, MT Vier Harmoni dan MT Angeline 2 yang ditangkap oleh Tim West Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lantamal IV Tanjungpinang tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi. Sindikat Siphoning Illegal Oil ini sangat merugikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melibatkan jaringan internasional.

“Ini (Siphoning Illegal Oil, red) melibatkan sindikat-sindikat luar, ini ada permainan Shiponing, ada transaksi di tengah laut, semua ini tidak ada surat-suratnya, dan ini merugikan negara,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tim WFQR Koarmabar dan Lantamal IV Tanjungpinang berhasil mengamankan kapal MT Vier Harmoni berbendera Indonesia milik PT Vierlines yang disewa PT Ozoil, BHD Malaysia, di Pulau Datok, Kalimantan Barat, Rabu (24/8).

Kapal MT Vier Harmoni yang memuat bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 900 kiloliter yang berlayar dari Kuantan, Malaysia, dengan tujuan Batam diketahui keluar dari jalur track pada Selasa (16/8) menuju kearah Kalimantan. Rencananya minyak yang berada di kapal tersebut hendak dijual kepada pihak ketiga.

Kapal tersebut di nahkodai oleh Blasius Sinabariba, dengan ABK sembilan orang yakni Teguh Nugroho sebagai C/O. Yusuf Tajiri sebagai 2/O. Djoerial Efyanto sebagai C/E. Suhartanto sebagai 2/E. Rinaldi Prasetya 3/E. Miftahudin Zamzami sebagai Ab. Soiyadi sebagai Oiler. Eksafian Adipranata sebagai Cook dan Ihsan Syahrir sebagai D/C.

Penangkapan terhadap kapal tersebut dilakukan pihaknya setelah menerima laporan dari Coast Guard Malaysia. Selanjutnya tim WFQR langsung melakukan penyelidikan atas perintah KSAL ke Pangarmabar yang kemudian ditindaklanjuti dengan menggerakkan unsur yang ada.

Selain itu, tim WFQR kembali melakukan penangkapan terhadap MT Angeline 2 yang diduga terlibat kasus penyalahgunaan BBM ilegal bersama dengan kapal MT Vier Harmoni yang terlebih dulu ditangkap, pada Kamis (1/9) sekitar pukul 16.50 WIB, yang bekerjasama dengan Guskamlabar di perairan utara Lagoi, Pulau Bintan, Kepri.

Penangkapan terhadap kapal tersebut dilakukan berawal dari pengembangan yang dilakukan TNI AL, dimana tim gabungan yang dibentuk Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan mendapat informasi dari hasil tracking terhadap alat komunikasi yang digunakan oleh salah satu crew MT Angeline2.

Berbekal informasi tersebut, tim WFQR Lantamal IV menindaklanjuti dengan menggerakkan unsur Patkamla Lobam yang saat itu stanbay di Posal Lagoi untuk memeriksa sektor pesisir Lagoi. Tim WFQR Lantamal IV juga melakukan koordinasi dengan Guskamlabar yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan menggerakkan KRI Siribua-859 dan KRI Alamang-644 untuk melakukan patroli guna memeriksa sektor yang dekat dengan Traffic Separation Scheme (TSS). (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar