Ini Wajah Basri, Tangan Kanan Santoso yang Diamankan Tanpa Perlawanan

548
Pesona Indonesia
Basri yang dikawal Komandan Sektor III Satgas Tinombala AKBP Guruh Arif Darmawan, saat tiba di RS Bhayangkara, Palu, Rabu malam (14/9/2016). Foto: JPG
Basri yang dikawal Komandan Sektor III Satgas Tinombala AKBP Guruh Arif Darmawan, saat tiba di RS Bhayangkara, Palu, Rabu malam (14/9/2016). Foto: JPG

batampos.co.id – Jumlah anak buah almrahum Santoso, komandan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus berkurang. Tangan kanannya, Basri, berhasil diamankan Pasukan Satgas Operasi Tinombala  tanpa perlawanan di Poso Rabu pagi (14/9/20167).

Satgas juga mengamankan istri Basri, Nurmi Usman alias Oma. Satu buron lain yang turut terlihat bersama Basri melarikan diri.

Basri dan istrinya ditangkap tidak lama setelah penemuan jenazah Andika Eka Putra, satu buron lainnya, mengapung di Sungai Puna, Desa Gantinadi, Poso Pesisir, Kabupaten Poso Andika diduga satu kelompok dengan Basri sebelum akhirnya terjatuh dari tebing dan tewas.

“Jadi, setelah jenazah Andika ditemukan, ada anggota yang melihat mereka (Basri) tidak jauh dari penemuan jenazah itu di atas gunung. Anggota langsung melakukan pengejaran,” jelas Juru Bicara Satgas Operasi Tinombala AKBP Hari Suprapto.

Begitu tertangkap, Basri yang masuk urutan kedua daftar pencarian orang (DPO) anggota teroris Mujahidin Indonesia Ti­mur (MIT) pimpinan (almarhum) Santoso alias Abu Wardah langsung dibawa ke perkampungan warga.

Setelah diinterogasi dan diberi makan serta minum, Basri diberangkatkan ke Kota Palu. Dia tiba di Rumah Sakit (RS) Bha­yangkara Palu sekitar pukul 16.00 Wita dengan mobil yang beriringan dengan ambulans yang membawa jenazah Andika.

Dengan tangan terikat, Basri turun dari mobil dengan tak henti-hentinya menebar senyum. Dia kemudian dimasukkan ke ruang observasi RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Istrinya datang ke RS Bhayangkara beberapa jam kemudian.

“Mereka kita periksa dahulu kesehatannya. Psikologisnya juga nanti kita periksa. Kita perlakukan mereka secara manusiawi,” tambahnya.

Saat tiba di RS Bhayangkara, Basri yang dikawal Komandan Sektor III Satgas Tinombala AKBP Guruh Arif Darmawan langsung minta dibelikan ayam goreng. Permintaan itu pun langsung dipenuhi.

“Saya minta anggota membelikan ayam goreng,” imbuh mantan Kapolres Donggala itu.

Dengan tertangkapnya Basri dan tewasnya Andika, jumlah anggota kelompok Santoso yang tersisa diprediksi tinggal 13 orang.

Namun, dalam kelompok itu masih ada Ali Kalora yang bersama Basri dianggap sebagai sosok paling memungkinkan menggantikan Santoso yang telah tewas tertembak.(JPG/idr/c9/oki/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar