Diterjang Angin, 11 Rumah Rusak, Satu Roboh ke Laut

438
Pesona Indonesia
Rumah Duaya yang roboh setelah diterjang angin kencang di Siantan Tengah. foto:syahid/batampos
Rumah Duaya yang roboh setelah diterjang angin kencang di Siantan Tengah. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 H pada hari Senin (12/9) lalu dibarengi dengan musibah. Sebelas rumah warga di Kecamatan Siantan Tengah rusak akibat diterjang angin kencang. Sepuluh diantaranya mengalami kerusakan ringan seperti atap yang terlepas dan terbang terbawa angin.

Sedangkan satu rumah warga panggung milik Duaya, warga Dusun Muntai, Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, roboh ke laut akibat angin kencang tersebut. Atas kejadian tersebut kerugian diperkirakan berkisar Rp 70 juta.

Camat Siantah Tengah, Herry Fahkrizal, menguraikan musibah tersebut terjadi usai salat zuhur berkisar pukul 12:30 WIB. Rumah yang dihuni keluarga Duaya itu sempat terangkat setinggi 30 sentimeter, kemudian terhempas dan roboh ke laut karena posisi rumah itu di atas laut.

“Sementara 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan, seperti atap terbang, sebagian sama asbes juga terbang, termasuk rumah saya,” ujar Herry, Kamis (15/09).

Pada waktu kejadian, kata Herry, Duaya sedang berada di kebun miliknya dan anak-anaknya juga tidak ada dirumah. Yang ada di rumah hanya istri Duaya.

Saat kejadian, kata Herry, istri Duaya sedang salat di rumah. Dia sempat tak menyadari ketika usai salat sudah terendam air laut. “Pak Duaya awalnya belum tahu karena lagi di kebun, dan anaknya juga lagi berada di luar,” ungkapnya lagi.

Herry melanjutkan, istri Duaya sempat berfirasat buruk, selama 3 hari berturut-turut dia bermimpi didatangi almarhum orangtunya untuk membersihkan rumah. Sama halnya dengan Pak Duaya, ketika berada di kebun sudah memiliki firasat buruk.

“Istri pak Duaya menceritakan, kalau dia sudah memiliki firasat buruk sebelum kejadian itu. Dia bermimpi didatangi almarhum orangtuanya untuk membersihkan rumah,” ungkapnya.

Rumah tersebut merupakan rumah baru dan belum lama dihuni yang posisinya di pesisir. Sebelumnya mereka tinggal didarat. Herry menambahkan, pihaknya telah memberikan bantuan kepihak keluarga Pak Duaya. Tidak hanya itu, bantuan juga datang dari warga Desa Teluk Siantan. Mereka siap membantu keluarga untuk membangun kembali tempat tinggal keluarga Pak Duaya.

“Kami sudah berikan bantuan beras dua sak, gula pasir 4 kilogram dan minyak goreng 10 liter. Saat ini keluarga masih menginap di rumah tetangga sebelum rumah diperbaiki lagi,” tandasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar