Ketua Tim Ahli Wapres: Jegal Tax Amnesty, Bank Singapura Takut Kehilangan Duit Besar WNI

674
Pesona Indonesia
Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Jakartaglobe
Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Jakartaglobe

batampos.co.id – Sikap Singapura yang terkesan menjegal program tax amnesty dengan mengeluarkan aturan baru yang membuat WNI yang memiliki aset dan tabungan di Singapura berpotensi dikriminalisasi jika ikut program tersebut, juga menuai kritikan dari Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi.

Ia mengatakan upaya perbankan swasta Singapura yang menghalangi tax amnesty tidak masuk akal. Sebab, pemerintah Singapura sebelumnya sudah memastikan tidak akan menghalangi program pengampunan pajak. Harusnya, kebijakan pemerintah Singapura ditaati oleh siapapun yang ada di wilayah hukum negeri jiran itu.

“Ini perlu diributkan, pemerintahnya dulu bilang tidak akan menghalangi orang Indonesia ikut tax amnesty, apakah itu repatriasi atau deklarasi,” tegasnya, Kamis (15/9/2016).

Dia meminta agar warga Indonesia tetap mengikuti pengampunan pajak. Sikap bank swasta yang menyebut uang di Singapura berasal dari penyalagunaan hukum dan membahayakan nasabah hanya untuk menakut-nakuti.

“Ini hanya move (gerakan) untuk takut-takutin warga Indonesia agar tidak ikut amnesty,” jelasnya.

Dia lantas mengatakan kalau teman-temannya sudah banyak yang tutup rekening di perbankan Singapura. Sampai sekarang, tidak ada masalah apapun. Itulah kenapa, dia yakin betul kalau sikap bank swasta Singapura tidak berdasar.

Dia lantas menuding kalau bank-bank swasta Singapura tidak mau kehilangan duit yang sangat besar milik WNI. Dia akan menyarankan kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak atas upaya-upaya yang digunakan untuk menggagalkan tax amnesty.

Dia meminta agar pemilik uang di Singapura tidak percaya dengan gertakan apapun karena mereka hanya memikirkan bisnisnya.

“Warga Indonesia tidak perlu takut karena semua uang yang ada di Singapura tidak bisa secara hukum dipakai untuk menakut-nakuti nasabahnya,” ungkapnya. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar