Musim Pancaroba, Hasil Tangkapan Nelayan Berkurang

285
Pesona Indonesia
Nelayan. foto:dok
Nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Pergantian musim yang sedang terjadi membuat hasil tangkapan nelayan pesisir Kabupaten Lingga berkurang. Angin ribut yang selalu terjadi, membuat nelayan enggan turun melaut.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos, sejak sepekan terakhir, cuaca di Lingga tak menentu. Dipenghujung angin laut musim selatan, selalu terjadi angin ribut dari arah mata angin barat.

Salah seorang nelayan tradisonal di Desa Batu Belubang, Juy mengatakan kondisi musim pancaroba yang sedang terjadi membuat hasil tangkapan nelayan drastis menurun. “Bulan-bulan ini, hasil kita menurun sekali. Apalagi musim yang sekarang tidak menentu. Di laut, bisa saja tiba-tiba turun ribut,” ungkapnya, Kamis (15/9).

Akibatnya, aktivitas nelayan tradisonal yang menggunakan sampan dan pompong kecil terganggu. Meski Desa Batu Belubang, Senayang, Lingga, terkenal sebagai surganya ikan dari hasil bubu (perangkap ikan), tetapi sejak sebulan terakhir cuaca yang tidak menentu dikatakan Juy hasil nelayan hanya sedikit jika dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Biasanya setelah musim selatan ini, akan berganti hulu barat. Harusnya, bulan-bulan ini sudah bagus,” ungkap Juy yang sudah terbiasa menggunakan pengetahuan tradisional masyarakat pesisir Lingga.

Sementara itu, Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep, merilis perkiraan cuaca dalam akun facebooknya mengatakan perkiraan cuaca tanggal 15 September 2016 sampai 16 September 2016, perairan Lingga berada pada arah angin Tenggara dan Selatan dengan kecepatan angin 5-27 Km/jam dengan cuaca hujan ringan. Sementara gelombang pada tinggi 0,1 meter hingga 0,7 meter dengan arus permukaan 5-25 cm/detik. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar