Nggak Ada Kapoknya… Dibui karena Membunuh, Eh di Penjara Bunuh Orang Lagi

587
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Nyawa manusia mungkin tak ada harganya bagi Udin alias Agus. Bagaimana tidak, pria 38 tahun tersebut sudah dua kali menghilangkan nyawa orang.

Udin pernah membunuh orang di Semoi, Kalimantan Timur beberapa tahun silam. Akibat ulahnya, dia dijebloskan ke Lapas Kelas I-A Balikpapan. Dinginnya lantai penjara ternyata tak membuat Agus jera. Di dalam tahanan, Udin kembali membunuh Fadlin yang merupakan penghuni lapas.

Kasus itu sebenarnya terjadi pada 29 April 2012 lalu. Kala itu, Fadlin dihabisi dengan cara dihantam menggunakan barbel semen.

Fadlin yang ketika itu tidur tentu tak bisa apa-apa. Dia akhirnya meregang nyawa. Kala itu, Polres Balikpapan tidak langsung menangkap dan memproses hukum Udin.

Polres menunggu Udin selesai menjalani hukuman penjara atas kasus pertama.Nah, Rabu (14/9) siang, Udin sudah habis menjalani masa hukuman penjara.

Dengan wajah semringah lantaran akan menghirup udara segar, Udin pun melenggang keluar Lapas Kelas I-A Balikpapan sambil membawa tas.

Namun, baru beberapa langkah meninggalkan pintu keluar lapas, Udin langsung diciduk sejumlah personel Jatanras Polres Balikpapan yang dipimpin Kanit Jatanras Ipda Dian Kusnawan.

Rupanya, aparat Polres Balikpapan sudah jauh hari menunggu Udin bebas. Udin pun langsung diangkut menuju Polres Balikpapan. Sampai di polres, ia langsung dijebloskan tahanan.

Pakaian yang dikenakan Udin pun dilucuti, diganti baju tahanan oranye. Anggota jatanras juga membawa barang bukti barbel semen yang digunakan Udin menghantam wajah Fadlin. Udin tak menampik tuduhan itu.

“Saya jengkel sama dia karena diolok terus. Barbel itu milik kepala kamar. Pas dia (korban) lagi tidur, saya hantam pakai barbel,” aku Udin saat menjalani pemeriksaan, Kamis (15/9).

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka terkait kasus pembunuhan tersebut.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman minimal 15 tahun penjara atau seumur hidup,” ujar Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto. (jpnn)

Respon Anda?

komentar