Pemkab Natuna Akan Bentuk Dinas Ketahanan Pangan

409
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dan pimpinan DPRD Natuna membahas ketergantungan sembako di Serasan dan Subi. foto:aulia natuna/batampos
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dan pimpinan DPRD Natuna membahas ketergantungan sembako di Serasan dan Subi. foto:aulia natuna/batampos

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan dalam perombakan SOTK, pemerintah daerah akan membantuk dinas baru yang khusus menangani persoalanan pangan.

“Dalam SOTK yang baru, dibentuk dinas ketahanan pangan. Nantinya fokus mengurus ketersediaan pangan didaerah,” ungkap Ngesti.

Dikatakan Ngesti, dibentuknya dinas ketahanan pangan ini tentu menjadi solusi mengatasi persoalan pangan di daerah, yang selama ini sering menemui kendala. Apalagi pada musim angin utara.

Tidak hanya itu, Ngest yakin dengan dinas ketahanan pangan ini bisa atasi ketergantungan pangan masyarakat di Pulau Serasan dari Malaysia. Jika perdagangan lintas batas terjadi masalah nantinya atau tidak diberikan peluang dilanjutkan oleh Malaysia.

Dijelaskan Ngesti, dinas ketahanan pangan ini lebih maksimal mengurus pangan. Namun perannya bukan menggantikan fungsi dinas pertanian atau peternakan dan disperindag.

Ngesti menilai, dinas ketahanan pangan nanti memiliki peran penuh menyediakan stok kebutuhan pokok masyarakat kecamatan seperti halnya peran Bulog menyediakan stok beras.

“Dinas pertanian tetap lanjut, tapi diperkuat dengan penambahan dinas ketahanan pangan,” kata Ngesti.

Menurut Ngesti, selain dengan solusi dibentuknya dinas ketahanan pangan, pemerintah daerah juga masih berharap border trade antara Malaysia dan Natuna yang berjalan lama tetap berlanjut sebagai hubungan yang saling menguntungkan kedua pihak.

Pemerintah daerah, katanya, akan membuka kembali dokumen lama terkait pos lintas batas antara Natuna dan Malaysia yang sudah lama disepakati negara.

“Memang selama ini, pada waktu tertentu, pasokan sembako datangnya dari negara tetangga. Bukan dari dalam negeri, jadi border trade ini juga diperlukan masyarakat khususnya di pulau Serasan dan Subi,” jelas Ngesti.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar