Penyelundupan Manusia Ini Terungkap Tanpa Sengaja

305
Pesona Indonesia
26 WNA asal Banglades diamankan Satlantas Polres Dumai, Rabu (14/9). Foto: RiauPos/jpg
26 WNA asal Banglades diamankan Satlantas Polres Dumai, Rabu (14/9). Foto: RiauPos/jpg

batampos.co.id – Sebanyak 26 WNA asal Banglades ini ditangkap dalam razia rutin di Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Dumai Timur, Riau, Rabu (14/9). Para warga negara asing ini rencananya akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur laut.

Pengungkapan ini, sebenarnya tidak disengaja, pasalnya awalnya Satlantas Polres Dumai melaksanakan dan menggelar razia rutin, tiba tiba ada truk cold diesel melintas di jalan tersebut. Karena mencurigakan petugas memberhentikan truk itu.

”Polisi awalnya menghentikan satu unit mobil L300 Pick Up warna hitam yang disupiri Amir Mahmud warga Kampar dan setelah diperiksa ternyata membawa 17 orang warga asing Bangladesh,” terang Kapolres Dumai, AKBP Donald H Ginting, seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (16/9).

Tidak beberapa lama kemudian, melintas lagi APV Suzuki warna biru metalik dengan supir Abu Sayed warga asal Banglades. ”Polisi mendapati sembilan WNA Bangladesh,” terangnya.

Dijelaskanya, puluhan warga Bangladesh ini masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta dengan tiga orang pada 1 September, dua orang 7 September dan 20 orang 31 Agustus lalu, sedangkan satu warga lagi tidak memiliki paspor.

”Polisi juga menangkap dua supir mobil diketahui bernama Amir Mahmud (35) warga Dusun IV Suka Maju Desa Kapau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, dan Abu Sayed (42) WNA Bangladesh beralamat di Desa Gurun Laweh Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Provinsi Sumatera Barat,” sebut pria berpangkat melati dua ini.

Dijelasnnya, supir warga Bangladesh diketahui masuk ke Indonesia sejak 2009 lalu melalui Bandara Minang Kabau dan mendapat kartu izin tinggal tetap hingga tahun 2020 mendatang. ”26 imigran gelap ini akan berangkat ke Malaysia secara ilegal melalui pelabuhan di Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai Dumai,” terangnya.

Ditambahnya, lagi, mereka baru tiba di Dumai, sebelumnya, mereka berada di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis dari Jakarta sekitar pukul 12.00 Wib Rabu tadi. ”Berangkat ke Dumai menumpangi Bus ALS dan dijemput oleh salah satu supir atas perintah pria bernama Ali yang diduga merupakan agen penyelundupan warga banglades. ”Kami masih mengejar pelaku, dan mencari keberqadaanya,” tambahnya.

Di katakannya, Ali pria yang diduga agen membaar supir dengan jasa Rp700 ribu. ”Saat ini WNA Banglades ini diserahkan ke imigrasi, sementara dua supir masih di periksa untuk mendapatkan ke terangan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Dumai, Zulkifli A membenarkan bahwa para WNA asal Banglades itu sudah diserahkan ke Imigrasi. ”Nanti akan kami koordinasi lagi dengan duta negera bersangkutan, mereka bakal di deportasi,” tuturnya.

Sebelumnya, pada bulan lalu pihak Imigrasi juga pernah mengamankan warga asal Banglades sebanyak 61 orang. Namun warga itu sudah dipulang ke negera mereka masing-masing. (jpg)

Respon Anda?

komentar