Waspadai DBD Selama Perubahan Cuaca

392
Pesona Indonesia

Nyamuk DBDbatampos.co.id – Wakil Bupati Anwar Hasyim mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk waspada terhadap perubahan iklim yang cukup ekstrem. Terutama tingginya curah hujan yang dibarengi angin kuat, tiba-tiba berubah menjadi panas. Perubahan cuaca tersebut rentan akan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim pun menghimbau, kepada masyarakat supaya dapat mengantisipasi lingkungan terhadap sarang nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus dengue. Sehingga harus waspada terhadap lingkungan di sekitar melalui Program 3 M Plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, memantau.

“Sebelum menelan korban jiwa, saya imbau semua masyarakat untuk berperan aktif peduli terhadap lingkungan. Kita (Pemkab Karimun-red), sudah berusaha semaksimal memberikan informasi mulai tingkat kabupaten, kelurahan/desa hingga RT/RW,” kata Anwar Hasyim, Kamis (15/9).

Selain melakukan 3 M Plus, masyarakat dipersilahkan untuk datang ke puskesmas terdekat untuk meminta serbuk abate secara gratis. Maupun, menginformasikan kepada petugas puskesmas supaya melakukan fogging didaerahnya. Dengan demikian, antisipasi dini pencegahan terjadinya DBD dapat ditangani sedini mungkin.

“Dan satu lagi, ketika anak-anak yang ada gejala demam yang tidak kunjung sembuh, segeralah dibawa ke Puskesmas terdekat, untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Jangan sampai terlambat, yang mengakibatkan fatal hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Karimun Hj Sensissiana mengatakan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun, terus mengalami fluktuasi setiap bulannya. Hingga bulan September ini sudah ada 369 kasus DBD, dengan rincian per kecamatan yaitu kecamatan Karimun 59 kasus, Meral 59 kasus, Meral Barat 25 kasus, Tebing 139 kasus. Kemudian di kecamatan Kundur 24 kasus, Moro 35 kasus, Kundur Barat 9 kasus, Kundur Utara 6 kasus, Belat 1 kasus, Buru 12 kasus. Dengan korban meninggal dunia ada 6 orang yang didominasi anak-anak.

“Kalau dilihat dari data masing kecamatan Tebing yang tertinggi kasus DBDnya. Nah, hingga akhir tahun nanti kemungkinan besar kasus DBD akan meningkat lagi. Seiring dengan curah hujan yang cukup tinggi,” tuturnya.

Sedangkan, catatan per bulannya masih tertinggi pada bulan Januari yaitu 104 kasus, kemudian pada bulan Februari 61 kasus, Maret 59 kasus, April 28 kasus. Kemudian bulan Mei 20 kasus, Juni 10 kasus, Juli 28 kasus, Agustus 42 kasus dan September baru 17 kasus. Dibandingkan tahun 2014, hanya 390 kasus dengan korban jiwa 8 orang dan pada tahun 2015 lalu juga turun jumlah kasusnya yaitu 368 kasus, termasuk korban meninggal dunia 7 orang.

“Walaupuan setiap tahunnya terjadi penurunan kasus DBD. Tapi kita semua harus waspada, terutama orangtua yang mempunyai anak balita harus dipantau ketika mengalami demam panas,” kata wanita berjilbab ini. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar