Bupati: Jadikan Sekolah Taman Belajar

446
Pesona Indonesia
 Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan kegiatan kurikulum muatan lokal yang dikeluarkan oleh SK Gubernur Kepri sangat bagus sekali. Sehingga, dimulai dari Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Karimun dapat menerapkan kurikulum bermuatan lokal. Seperti, bahasa melayu, budaya melayu, budi pekerti maupun bahasa Inggris.

”Jadi kita terapkan sejak sekolah dasar, untuk membuat kurikulum muatan lokal ini. Agar, generasi penerus tidak melupakan adat istiadat lokal dalam artian pelestarian budaya lokal tidak hilang ditelan zaman,” katanya, menjawab sejumlah awak media, di rumah Dinas Bupati Karimun, kemarin (16/9).

Selain itu, lanjut Rafiq lagi, ia juga meminta kepada seluruh sekolah dasar untuk memberikan mata pelajaran tambahan yaitu bahasa Inggris dasar. Dengan demikian, anak-anak tersebut bisa mengawali untuk berbicara dalam bahasa Inggris bersama rekan-rekannya di sekolah. Sehingga, ketika melanjutkan sekolah nantinya sudah mempunyai bekal bahasa Inggris yang tinggal meningkatkan kualitas bahasa Inggris kedepannya.

”Mereka (murid-red) diberikan bekal dasar baik muatan lokal maupun bahasa Inggris. Kemudian, pendidikan agama sudah diterapkan sejak usia dini sesuai agama yang dianutnya,” ungkapnya.

Terakhir, budaya disiplin yang harus diterapkan sejak masuk sekolah dasar. Diawali, sebelum masuk sekolah harus membersihkan kelasnya terdahulu. Dengan sistem bergantian, secara berkelompok dan ketika pulang sekolah dilakukan seperti sebelum masuk sekolah. Tujuannya, agar anak-anak tersebut didik sejak sekolah untuk menjaga lingkungannya dan kebersihan.

”Nah, ketika ada pelajar yang tidak dapat menjaga kebersihan. Guru bisa memberikan sanksi non fisik, seperti diberikan tugas belajar. Sehingga, menset generasi penerus tersebut bisa benar-benar tertanam didalam dirinya akan kebersihan,” jelasnya.

Hal itu akan diterapkan dijenjang pendidikan selanjutnya, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menangah Atas (SMA). Dengan demikian, sekolah tersebut bukan menjadi sekolah tempat belajar. Melainkan, sekolah taman belajar yang artinya proses belajar mengajar dapat dilakukan diluar kelas dengan suasana yang asri, bersih dan nyaman.

”Inilah konsep yang kita lakukan didunia pendidikan untuk selama lima tahun kedepan. Termasuk pelayanan kesehatan,” kata orang nomor satu di Kabupaten Karimun.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar