Karimun Dapat Tawaran Pengembangan Smart City

426
Pesona Indonesia
Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat dikonfirmasi tentang wacana bantuan CSR dari Singapura. foto:tri haryono/batamposI
Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat dikonfirmasi tentang wacana bantuan CSR dari Singapura. foto:tri haryono/batamposI

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, menerima kunjungan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, kemarin (16/9). Tujuan kunjungan tersebut, untuk menawarkan program smart city atau kota pintar yang sudah diterapkan didaerah-daerah maju kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.

Program smart city ini bentuknya bermacam-macam, seperti pembangunan infrastruktur, pembangunan untuk sumber daya manusia (SDM). Program tersebut, nantinya disalurkan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan yang tergabung dalam Word Bank untuk wilayah Asia.

”Sekarang mereka baru menjajaki saja ke Karimun ini. Dan menawarkan program smart city, apakah bisa diterima atau tidak. Saya katakan, bisa diterima namun harus ada dilakukan presentasi terdahulu oleh mereka kepada kita,” jelas Rafiq.

Sehingga, bantuan tersebut benar-benar fungsi dan kegunaannya untuk Kabupaten Karimun. Sebab, kalau pembangunan smart city yang masuk melalui Word Bank nantinya ada embel-embel dibelakang, Bupati tidak akan menerima.

”Ya kita harus hati-hati. Sebab, dulu sudah pernah terjadi seperti ini ada perusahaan China yang melakukan seperti itu,” ungkapnya.

Sebaba itu, lanjut Aunur, Pemkab Karimun mengajak untuk datang kembali ke Karimun dengan membawa presentasi dimana saja yang sudah dapat d realisasikan smart city tersebut. Sementara dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, mempersiapkan bahan-bahan pendukung dalam program smart city.

”Kita sambut baik. Tinggal bagaimana mereka apakah serius untuk merealisasikan program smart city yang ditawarkan,” jawabnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sedang melakukan pengembangan di beberapa wilayah seperti pulau Kundur, Moro, Karimun. Artinya, konektivitas antar pulau lebih diprioritaskan dalam program smart city. Sehingga, dapat menyambung pulau-pulau tersebut yang akan berdampak langsung terhadap perekonomi masyarakat di sana.

”Saya lebih cenderung pembangunan infrastruktur. Kita tunggulah, bagaimana presentasi dari mereka itu,” katanya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar