Kenaikan Gaji Pekerja 2017 Berdasarkan Inflasi

1111
Pesona Indonesia

inflasibatampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas tidak lagi direpotkan dengan melakukan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang berfungsi sebagai patokan kenaikan gaji pekerja. Pasalnya penentuan besaran gaji tahun 2017 mendatang tidak lagi menggunakan patokan itu namun menggunakan patokan tinggi rendahnya tingkat inflasi secara nasional.

“Tahun ini tidak ada lagi survey KHL,” ungkap salah satu staf dibidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Sucipnoriadi, Jumat (16/9).

Ia menjelaskan, jika tingkat inflasi secara nasional tinggi, maka ada kemungkinan kenaikan gaji pekerja juga akan naik sesuai dengan tingkat inflasi. Ia mencontohkan jika tingkat inflasi secara nasional naik 5 persen, maka kenaikan gaji minimal harus naik 5 persen atau lebih.

“Kenaikan gaji tidak boleh lebih rendah dari tingkat inflasi, kalau lebih tinggi boleh. Prosentase kenaikan inflasi menjadi batas minimal kenaikan gaji secara nasional,” jelasnya.

Namun demikian untuk menentukan besaran kenaikan gaji tidak lantas naik begitu saja mengikuti kenaikan inflasi tetapi harus melalui prosedur. Seperti harus melakukan mediasi antara pihak pekerja dan pengusaha yang didampingi pihak pemerintah. “Kenaikan harus sesuai kesepakatan antara pekerja dengan pengusaha,” ungkapnya lagi.

Menurutnya pemerintah tidak bisa memihak perusahaan atau pekerja. Pemerintah mengambil jalan tengah agar tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. “Kita tidak bisa paksakan pengusaha membayar gaji tinggi kepada pekerja tapi tetap sesuai dengan kemampuan perusahaan,” tandasnya.

Disinggung mengenai kapan akan dilaksanakan pembahasan gaji, dirinya mengatakan paling lambat pada bulan Oktober sudah dilaksanakan kemudian satu bulan berikutnya sudah tercapai kesepakatan dan tinggal menunggu pengesahan dari Gubernur. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar