Listrik Tanjungpinang Tak Stabil, Sering Padam Dua Hari Ini

416
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sepanjang dua hari terakhir, kondisi kelistrikan Tanjungpinang tidak stabil lagi. Kamis (15/9) kemarin tak kurang dari lima jam listrik mati. Sementara Jumat (16/9) sedari pagi mati, sesekali hidup sesaat, untuk kemudian hidup lagi dan mati lagi. Sepintas listrik yang tak stabil ini terlihat biasa. Tapi pada kenyataannya sebagian pihak yang dalam bekerja bergantung sepenuhnya pada listrik merasa jengkel.

Andiana, salah seorang pengusaha fotokopi di Tanjungpinang, mengeluhkan kondisi ini. “Kalau listrik mati, otomatis kerjaan saya terhenti,” ucapnya. Padahal di tempat kerja Andiana terlihat ada berkas menumpuk yang mesti lekas disalin.

Sehingga Andiana berkisah, mesti pintar-pintar memohon maklum kepada pelanggannya. Sebab kerja yang tidak tuntas ini bukan lantaran proses pengerjaannya yang lamban, melainkan listrik yang sering padam. “Rugi waktu iya. Rugi tenaga iya. Kami cuma menunggu listrik menyala baru bisa bekerja,” ujar ibu dua anak ini.

Hal yang sama turut dirasakan para pengusaha penatu. Ketika matahari sedang terik-teriknya adalah kesempatan terbaik untuk menggarap cucian pelanggan. Tapi lagi-lagi, karena listrik, cucian pelanggan hanya bisa menggunung. Menunggu listrik untuk menyalakan mesin cuci dan mulai bekerja.

“Ya mau bagaimana lagi. Jadi banyak pelanggan yang kecewa karena kami akhirnya tidak bisa tepat waktu merampungkan cucian,” ucap Siti Khairiyah, pekerja di sebuah binatu di Tanjungpinang.

Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan dan jadwal pasti ini memang merisaukan banyak kalangan. Tidak hanya bagi para pekerja yang mengandalkan listrik, tapi juga bagi ibu rumah tangga pada umumnya. Listrik yang tidak stabil rupanya dapat menyebabkan rusaknya sejumlah perabot. Yang paling lumrah adalah kipas angin, penanak nasi, dan televisi.

“Itu tivi sudah dua kali servis. Kemarin rusak karena listrik sering mati. Eh sekarang rusak lagi,” ucap Rohana, ibu rumah tangga.

Karena itu ia mempertanyakan komitmen dan keseriusan PLN menjamin listrik di ibu kota menyala 24 jam. “Kalau kami telat bayar langsung didenda, bisa diputus juga. Tapi kalau pemadaman begini, kami tidak dapat dispensasi. Lucu kan ya?” ucap Rohana.

Pemadaman listrik juga bikin pusing Rudy Chua. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau ini adalah orang yang sering diadukan masyarakat ketika listrik ibu kota tak lagi menyala. “Saya dapat komplain yang luar biasa gara-gara PLN setiap hari melakukan pemadaman,” kata Rudy pada Batam Pos, kemarin.

Sebagaimana keluhan di atas, Rudy juga mengaku ponselnya berdering berulang-ulang mengeluhkan kondisi yang tidak menyenangkan ini. Karena itu, menurut Rudy, ada baiknya PLN bisa memberikan keterangan transparan terkait kondisi mutakhir kelistrikan yang semakin tidak stabil saja.

Karena, kata Rudy, timbul berbagai kecurigaan warga yang melaporkan pada saat yang bersamaan ada pemadaman di Batam, sehingga diduga kemungkinan permasalahan gangguan dari kiriman listrik Batam. “Kalau ini memang masalah jaringan di Tanjungpinang, kami harapkan PLN bisa segera menyelesaikan masalah ini. Kasihan warga yang menggantungkan kerjanya pada listrik,” kata anggota legislatif yang proaktif soal kelistrikan ini.

Terpisah, Manajer Umum PLN Tanjungpinang, Armunanto menjelaskan penyebab pemadaman listrik selama dua hari terakhir. Pada Kamis lalu, telah terjadi kerusakan peralatan kubikel panel di PLTD Suka Berenang. Didapati oleh petugasnya bahwasanya saklar berkapasitas 20 kilovolt (KV) terbakar. “Dan untuk padam hari ini (kemarin, red), diakibatkan gangguan temporer di PLTU,” terangnya.

Sementara untuk solusi nyata kondisi kelistrikan ke depannya, Armunanto mnejelaskan, sistem keterpaduan antara PLTD dan PLTU akan dialihkan ke gardu induk 150 KV yang merupakan bagian dari sistem interkoneksi Batam-Bintan. Rencananya proses ini akan rampung seratus persen pada Oktober mendatang. “Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” pungkasnya. (aya/muf)

Respon Anda?

komentar