Peragaan Busana di Dermaga Terpanjang di Dunia

639
Pesona Indonesia
Sejumlah model memperagakan busana karnaval dari sejumlah wilayah di Indonesia dalam acara yang bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast yang dilaksanakan oleh Turi Beach Resort Ke-3 kalinya, Nongsa, Jumat (16/9). Peragaan tersebut diadakan diatas dermaga sepanjang 220 meter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Sejumlah model memperagakan busana karnaval dari sejumlah wilayah di Indonesia dalam acara yang bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast yang dilaksanakan oleh Turi Beach Resort Ke-3 kalinya, Nongsa, Jumat (16/9). Peragaan tersebut diadakan diatas dermaga sepanjang 220 meter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Turi Beach Resort kembali mengadakan Nongsa Carnival. Di tahun ketiga ini, mereka menggelarnya selama tiga hari berturut-turut.

“Di tahun-tahun sebelumnya hanya diadakan Sabtu-Minggu. Karena hasilnya bagus, kami perpanjang waktunya,” kata General Manager Turi Beach Resort, Endang Sumantri.

Rangkaian acara dibuka dengan peragaan busana di dermaga Turi Beach, Jumat (16/9) sore. Ini dermaga terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 220 meter. Peragaan busana ini bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast.

“Ini fashion show pertama yang diadakan di dermaga terpanjang di dunia,” katanya lagi.

Turi Beach menggandeng Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) DPD Kepulauan Riau dalam acara ini. Ada 15 kostum yang diperagakan. Ketua Akari DPD Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, mengatakan, tema yang diusung tiap kostumnya berbeda-beda.

“Kostum kali ini diperagakan model-model. Kalau desainer yang ikut Wonderful Archipelago di Jember kemarin baru akan tampil besok (hari ini Sabtu (17/9), red),” kata Silvia Hilda.

Silvia ikut tampil menjadi model. Ia memperagakan kostum Kanjeng Ratu Kidul. Kostum itu ia desain sendiri.

Selain Silvia, GM Turi Beach Endang Sumantri juga ikut tampil. Ia membawakan kostum Panglima Perang dalam kisah Mak Yong. Ia nyatanya, pernah mengikuti Jember Festival yang berjalan sejauh 2,18 kilometer.

“Kami ingin mengangkat keberagaman budaya Indonesia,” ujar Silvia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan flyboard. Seluruh pengunjung kemudian akan diajak berpesta kembang api dengan iringan musik dari DJ Moka.

“Besok (hari ini, red) acara puncaknya. Kami mengangkat tema Indonesian Night. Akan ada karnaval lagi,” tutur Endang Sumantri lagi.

Endang mengatakan, dengan acara ini, pihaknya menargetkan 500 wisatawan asing. Hingga Jumat (16/9), baru terdaftar 400 wisatawan asing. Baik itu dari Australia, Thailand, Jepang, maupun Inggris.

“Saya optimis, besok tercapai angka 500 itu,” ujarnya.

sunset-fashion-carnival-blaTuri Beach terbilang rutin menggelar acara semacam ini. Sumantri mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar banyak acara. Sebab, “Batam ini kan tidak punya Borobudur atau semacamnya. Jadi harus sering-sering bikin acara,” katanya.

Dengan segala acara tersebut, ia berharap Batam semakin keren di mata dunia. Hingga kemudian para turis akan berdatangan ke Batam dan menambah angka kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Kami akan menyajikan rasa lokal ke dunia internasional,” pungkas Sumantri.

Sejumlah wisatawan tampak asik menikmati acara juga pemandangan. Mereka mengabadikan keindahan dan setiap pertunjukan dengan kamera mereka.

“Asik acaranya,” kata Wisatawan asal Singapura, Jimmy.

Ia datang bersama Emy, kawannya. Mereka akan berada di Turi Beach Resort hingga acara selesai, Minggu (18/9).

“Kami sengaja datang ke sini untuk acara ini,” tutur Emy. (ceu)

Respon Anda?

komentar