Lagi, Sejumlah Bangunan Lokalisasi Jodoh Dirobohkan

672
Pesona Indonesia
Tim terpadu menertibkan tempat lokalisasi di Komplek Maritim Squre di Seijodoh, Batuampar, Jumat (16/9). F Dalil Harahap/Batam Pos
Tim terpadu menertibkan tempat lokalisasi di Komplek Maritim Square di Seijodoh, Batuampar, Jumat (16/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Gabungan kembali membongkar kamar yang menjadi lokasi praktik prostitusi di Ruko Maritim atau dikenal di belakang BCA, Jumat (16/9) sore.

Dalam kegiatan ini, petugas menyita seluruh barang di dalam kamar berupa triplek, kasur, serta kipas.

Selain itu, petugas mengamankan puluhan alat kontrasepsi serta membongkar kios yang diduga sebagai tongkrongan preman.

Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin A.W mengatakan pembongkaran itu kembali dilakukan untuk memastikan tak ada aktivitas di lokasi tersebut. Sehingga nantinya, tak satupun pekerja sesk komersial (PSK) yang menempati ruko.

“Kita ingin menciptakan wilayah Batuampar khususnya menjadi tempat yang bersih dari praktik prostitusi,” ujar Arwin di lokasi.

Dia menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan membentuk tim pengawas. Selain itu meningkatkan patroli yang dilakukan secara rutin.

“Kita akan melakukan pengawasan dan patroli secara continue. Dengan berkoordinasi dengan instansi terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Ani salah seorang warga sekitar mengaku penertiban di lokalisasi itu sudah menjadi agenda tahunan. Namun, usai di tertibkan para PSK kembali berdatangan.

“PSK-nya kebanyakan dari luar (Jodoh). Yang menetap hanya sedikit. Setelah ditertibkan ya kembali lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kamar di dalam ruko yang digunakan para PSK melayani pria hidung belang dikelola oleh para preman. Setiap PSK wajib membuat biaya sewa sebesar Rp 10 ribu per pelanggan.

“Biasanya (preman) ada yang nunggu di pintu masuk ruko. Di sini ada beberapa preman yang ngelola,” tutupnya. (opi/koran bp)

Respon Anda?

komentar