KPK Tegaskan Penangkapan Ketua DPD Irman Gusman Dilakukan Secara Profesional

639
Pesona Indonesia
Penyidik KPK menunjukkan uang yang disita dari kamar Irman Gusman, saat konpers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/92016). Foto: M Fathra/JPNN.com
Penyidik KPK menunjukkan uang yang disita dari kamar Irman Gusman, saat konpers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/92016). Foto: M Fathra/JPNN.com

batampos.co.id -Mungkin banyak yang meragukan seorang Ketua DPD RI Isman Gusman yang dikenal kaya raya karena berlatarbelakang pengusaha juga, mau mau menerima uang “receh” Rp 100 juta. Mungkinkah ini jebakan untuk menghabisi karir politik Irman di pentas nasional?

Ya, siapapun boleh menduga-duga, namun Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif, menegaskan operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Ketua DPD RI itu, Sabtu (17/9/2016) dini hari, dilakukan secara perofesional.

Semua proses penggeledahan menurut Syarif, didokumentasikan secara baik.

Bahkan, penyidik memasuki rumah di kawasan Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, setelah para tamu yang datang mengantarkan uang, keluar dari rumah.

Para penyidik, tegasnya, mengajak mereka yang sudah berada di kendaraan, kembali ke dalam rumah menyaksikan penggeledahan di kediaman senator asal Sumatera Barat itu.

“Bahkan, mohon maaf, uang seratus juta itu diambil dari dalam kamar,” kata Syarif, saat konferensi pers di gedung KPK, Sabtu (17/9/2016).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka pada dua kasus berbeda namun saling berkaitan.

Khusus IG (Irman Gusman) disangka menerima suap Rp 100 juta dari bos CV SB (Semesta Berjaya) yakni XSS (Xaveriandy Sutanto) dan MMI (Memi).

Tersangka satu lagi adalah FZL (Farizal), oknum jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Sumbar, disangka menerima Rp 365 juta dari XSS, dalam kasus membantu perkara penjualan gula tanpa SNI, yang dihadapi pengusaha impor gula itu di PN Padang.

Seperti diketahui, kasus ini sendiri sebenarnya sudah bergulir sejak 26 April 2016, saat Polda Sumatera Barat menyita 30 ton gula tidak ber-SNI yang ditemukan dalam gudang di kilometer 22 Jalan By Pass, Kota Tangah, Kota Padang. Pemiliknya adalah Xaveriandy.

Nah, saat perkara masuk di Pengadilan Negeri Padang, Xaveriandy menyogok Rp 365 juta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Farizal.

“Ternyata di dalam pengembangan kasus itu diketahui berhubungan dengan bapak IG,” kata Laode.

Dengan demikian, kasus ini bukan ujuk-ujuk muncul dan langsung mencokok sang Ketua DPD Irman Gusman, namun kasus yang berkembang dan telah ditelusuri KPK secara mendalam. (jpnn)

Respon Anda?

komentar