Selain Pelicin Rp 100 Juta Saat OTT Irman Gusman, KPK Telusuri Transaksi Lain

486
Pesona Indonesia
Pimpinan KPK menunjukkan barang bukti uang Rp 100 juta yang diamankan saat OTT Ketua DPD Irman Gusman. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com
Pimpinan KPK menunjukkan barang bukti uang Rp 100 juta yang diamankan saat OTT Ketua DPD Irman Gusman. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

batampos.co.id – Wakil Ketua KPK Laode Syarif mengatakan pihaknya bergerak cepat menelusuri transaksi lain, selain uang suap Rp 100 juta yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Sabtu (17/92016) dini hari.

Syarif membenakan kalau uang Rp 100 juta yang diduga sebagai pelicin itu untuk pengurusan kuota gula di Sumatera Barat yang dilakukan oleh pemilik CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

“Kami belum mengetahui apakah ada penerimaan sebelumnya. Tetapi itu menunjukkan Bapak IG (Irman) memberikan rekomendasi kepada Bulog agar XSS (Xaveriandy) itu mendapatkan jatah untuk impor gula,” kata Laode di markas KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

Alumus Universitas Hasanuddin ini melanjutkan, semua yang berkaitan dalam pengamanan kuota bulog tersebut, akan diperiksa secara menyeluruh.

Kasus ini sendiri sebenarnya sudah bergulir sejak 26 April 2016, saat Polda Sumatera Barat menyita 30 ton gula tidak ber-SNI yang ditemukan dalam gudang di kilometer 22 Jalan By Pass, Kota Tangah, Kota Padang. Pemiliknya adalah Xaveriandy.

Nah, saat perkara masuk di Pengadilan Negeri Padang, Xaveriandy menyogok Rp 365 juta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Farizal.

“Ternyata di dalam pengembangan kasus itu diketahui berhubungan dengan bapak IG,” kata Laode.

Karenanya, hasil OTT KPK senilai Rp 100 juta dari tangan Irman itu disinyalir bukan transaksi satu-satunya. Namun demikian, dugaan tersebut harus diselidiki faktanya.

“Untuk sementara yang didapat ini uang Rp 100 juta,” tandas Laode. (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar