Terjaring OTT KPK, Ketua DPD Irman Gusman Resmi Tersangka dan Ditahan

387
Pesona Indonesia
Ketua DPD Irwan Gusman mengenakan rompi orange saat digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan KPK di lantai Dasar, usai diperiksa KPK pukul 23.30 WIB, Sabtu (18/9/2016). Foto:  jpnn
Ketua DPD Irwan Gusman mengenakan rompi orange saat digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan KPK di lantai Dasar, usai diperiksa KPK pukul 23.30 WIB, Sabtu (18/9/2016). Foto: jpnn

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Satgas KPK akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap rekomendasi kuota gula impor.

Bahkan, setelah menjalani pemeriksaan sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (17/9/2016), Irman langsung ditahan di Rutan KPK.

IrmanĀ  tampakĀ  menggunakan rompi orange saat menuju mobil tahanan KPK yang hendak mengatarnya ke rumah tahanan KPK di lantai dasar Gedung KPK, jalan Rasuna Said, Jakarta.

Merespons berbagai pertanyaan wartawan antara lain tentang status tersangkanya, senator asal Sumatera Barat itu hanya menjawab singkat.

“Prosesnya sudah lancar dan sudah bagus,” kata Irman, di lobi Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Irman resmi ditahan lembaga antirasuah di rumah tahanan KPK setelah menjalani pemeriksaan penyidik KPK selama lebih dari 20 jam.

Seperti diketahui, KPK menangkap Irman di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Sabtu (17/92016) dini hari.

KPK menyita uang Rp 100 juta dari dalam kamar Irman. KPK menyatakan, uang yang diterima Irman dalam bungkusan dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi itu sudah dibawa ke dalam kamar.

Tommy Singh, pengacara Irman mengatakan, memang bingkisan dari Xaveriandy dan Memi itu diterima Irman. Bingkisan itu dibawa masuk ke kamar setelah Memi pulang.

“Jadi setelah Ibu Memi ini pulang, bingkisan itu dibawa dong, tidak mungkin di meja tamu kan?” kata Tommy di kantor KPK, Sabtu (17/9/2016).

Menurut dia, kala itu Irman tidak tahu kalau bungkusan itu berisi uang. “Tapi tidak diketahui apa isinya,” ujar dia.

Barulah setelah KPK datang bersama Xaveriandy dan Memi, isi bungkusan dibuka. Ternyata ada uang di dalamnya.

“Menurut informasi keluarga pas KPK datang baru dibuka,” katanya.

Uang itu sudah disita KPK sebagai barang bukti. Irman ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan Xaveriandy dan Memi disangka sebagai pemberi suap. Transaksi suap ini dilakukan agar Irman merekomendasikan CV Semesta Berjaya mendapat jatah kuota impor gula kepada Badan Urusan Logistik untuk Provinsi Sumatera Barat 2016. (fas/boyjpnn)

Respon Anda?

komentar