Anggota DPD Ramai-Ramai Dukung Irman Gusman

880
Pesona Indonesia
Ketua DPD RI Irman Gusman saat menuju mobil tahanan usai diperiksa KPK dan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap kuota impor gula, Sabtu malam (17/9/2016). Foto: jpnn
Ketua DPD RI Irman Gusman saat menuju mobil tahanan usai diperiksa KPK dan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap kuota impor gula, Sabtu malam (17/9/2016). Foto: jpnn

batampos.co.id -Penangkapan Ketua DPD Irman Gusman dalam operasi tangkap tangan (OTT) satgas KPK, Sabtu dini hari (17/9/2016) lalu, tak lantas membuat kepercayaan para senator luntur terhadap Irman. Bahkan, sedikitnya 70-an anggota DPD alias senator siap pasang badan untuk sang ketua.

Anggota DPD RI Intsiawati Ayus membenarkan ada puluhan senator yang siap mendukung dan memberikan jaminan bila Irman Gusman mengajukan penangguhan penahanan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, perempuan yang akrab disapa Iin itu, membantah ada penggalangan tanda tangan di antara para senator untuk meminta KPK memberikan penangguhan penahanan terhadap Ketua DPD RI itu.

Senator asal Riau ini menyatakan bahwa pengajuan penangguhan tersebut merupakan hak Irman sebagai tersangka.

“Saya siap menjamin karena yakin sosok Irman Gusman tidak akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. Tapi saya tegaskan tidak ada penggalangan tanda tangan. Ini sikap personal anggota,” kata Iin saat dihubungi pada Senin (19/9/2016).

Hanya saja jaminan itu belum diberikan dan masih wacana dari sekitar 70 orang anggota DPD. Sebab, pihak Irman sendiri masih berfikir apakah mengajukan penangguhan penahanan, atau menempuh upaya praperadilan atas langkah KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Iin menambahkan, dari wacana yang berkembang di antara personal anggota DPD, bila Irman menggunakan hak mengajukan penanguhan penahanan maka ada 70-an orang senator yang siap memberikan jaminan.

“Bahasanya seperti itu. Tapi kita masih menunggu ya. Kalau praperadilan, saya kira tidak ada penangguhan penahanan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI, AM Fatwa, malah tertawa saat ditanya soal sikap sejumlah senator yang mengaku mendukung dan siap menjamin penangguhan penahanan Irman Gusman.

“Saya sebenarnya tertawa untuk yang begitu itu. Yang paling dulu kenal Irman tuh saya. Mestinya saya yang sedih, tapi aturan harus ditegakkan,” kata Fatwa di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (19/9/2016), menanggapi wacana penangguhan penahanan Ketua DPD RI Irman Gusman di KPK.

Fatwa mengatakan, pemberhentian jabatan Irman sebagai ketua DPD harus segera dibahas oleh BK dan hasilnya disampaikan dalam sidang paripurna. Sebab, hal ini berkaitan dengan masalah etika yang diatur dalam tata tertib (tatib) lembaga itu.

“Soal etik tidak tunggu proses pidana. Ini status tersangka (Irman) yang harus diambil tindakan, itu perintah tatib,” tegas senator asal DKI Jakarta tersebut.

Dia juga menyindir adanya usulan sejumlah anggota DPD, agar BK meminta surat penetapan tersangka Irman, sebagai bukti untuk memberhentikannya. Hal itu, tegas Fatwa, tidak perlu karena pimpinan KPK telah mengumumkan sendiri status Irman.

“Ada pengumuman resmi dari pimpinan KPK, hampir semua hadir mengumumkan resmi kok minta kirim surat formalitas tertulis. Anggota DPD orang cerdas jangan berbuat begitu,” ujarnya. (fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar