Hebat! Siswa SMK Ini Ciptakan Mesin Potong Laser

1885
Pesona Indonesia

learning-city-3-f-cecep-mulyanabatampos.co.id – Menyandang sekolah berbasis unggulan, sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) I Batam di Batuaji terus menunjukkan karya-karyanya dalam bidang ilmu pengetahuan.

Beberapa inovasi teknologi terkini berhasil diciptaan oleh siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut. Hasil ciptaan tersebut beberapa di antaranya telah menyabet berbagai kejuaraan baik di tingkat nasional ataupun internasional.

Salah satu ciptaan terbaru dari siswa SMKN I Batam adalah mesin pencacah sampah. Mesin yang disebut dengan “Crusher Machine” ini mampu mengolah sampah dapur atau dedaunan menjadi pupuk kompos.

“Bisa juga untuk mencacah sampah plastik untuk didaur ulangkan,” ujar kepala SMKN I Batam, Lea Indrawaijaya.

Alat ciptaan terbaru itu dipamerkan bersama sejumlah hasil ciptaan lain siswa SMKN I Batam di pameran produk unggulan industri kretif Expo 2016 di autrium Mega Mall Batam sejak tanggal 15 hingga Minggu (18/9), kemarin.

Alat pencacah sampah itu dirakit dengan peralatan yang cukup sederhana yang meliputi komponen dinamo dengan alat pemotong komponen sampah yang akan diolah.

Selain itu pameran tersebut, siswa SMKN I Batam juga memamerkan hasil ciptaan lain seperti aksesoris yang dibuat menggunakan mesin print 3D, mesin cutting laser untuk cetak plakat dan piala, alat peraga pembelajaran IPA dan lain sebagainya.

“Untuk aksesoris hiasan pembuatanya dimulai dengan design dikomputer kemudian dicetak dengan mesin print 3D. Bahan pembuatan aksesoris dari plastik polimer dan bisa dicetak sesuai bentuk yang diinginkan,” ujar Junaidi, ketua panitia stand pameran SMKN I Batam di Mega Mall, kemarin.

Selain itu ada juga hasil ciptaan lainnya yang sudah banyak mendapat penghargaan seperti mesin industri (dalam bentuk miniatur) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri, pintu smart security yang berfungsi sebagai pintu anti maling, serta beberapa hasil ciptaan yang sudah pernah dipasaarkan diantaranya LED Display, grendel pintu, mesin trainer PLC ke sekolah-sekolah dan Laptop Axioo.

“Semua itu hasil rakitan kami sendiri dan beberapa sudah mulai dipasarkan meskipun masih dalam skala yang kecil,” tutur Junaidi.

Dengan adanya pameran tersebut, Lea berharap pihak pemerintah ataupun pelaku industri di kota Batam bersedia merekomendasikan hasil ciptaan siswanya itu sebagai bagian dari patner kerja untuk bisa diproduksi secara massal.

“Karena kalau dari sekolah hanya bisa seperti ini. Rakitan juga belum begitu sempurna. Jadi mana tahu ada perusahaan yang mau bekerja sama, tentunya hasil produkasi akan lebih sempurna lagi dan bisa diproduksi secara massal,” ujar Lea.

Itu semua dilakukan agar selaras dengan program Nawacita dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala untuk memberdayakan masyarakat agar bisa keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Dengan program Nawacita itu, guru dan siswa juga diajarkan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dijual. Namun tetap tidak mengabaikan proses pembelajaran itu sendiri,” ujar Lea. (eja/koran bp)

Respon Anda?

komentar