Inflasi Masih Dipicu Kenaikan Komoditi Bahan Makanan

1013

inflasibatampos.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun, merilis pemicu inflasi selama semester pertama tahun 2016 masih didominasi bahan makanan. Di antaranya kenaikan harga beras, tepung, daging ayam kampung, daging ayam ras, ikan segar. Kemudian, berbagai sayuran-sayuran dan cabai merah, cabai rawit.

‘’Sejauh ini terjadinya inflasi di semester pertama, masih diambang kewajaran seperti tahun lalu. Diprediksi hingga akhir tahun terjadi gangguan di daerah penghasil, akibat perubahan cuaca ellina,’’ jelas Sekretaris TPID Karimun Tohap, Sabtu (18/9).

Sedangkan, pasokan bahan makanan disuplai dari dua daerah yaitu Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, kemudian Pulau Jawa. Namun, demikian hingga saat ini harga maupun pasokan bahan makanan di Kabupaten Karimun masih stabil. Artinya, kebutuhan masyarakat terhadap bahan makanan masih tercukupi.

‘’Kalau dilihat dari data, terjadinya peningkatan inflasi di bulan Januari dan Juli. Di mana, pada bulan tersebut terjadi peningkatan permintaan bahan makanan menjelang Natal dan Tahun Baru. Selanjutnya puasa dan lebaran di pertengahan tahun ini, serta tahun ajaran baru yang berdekatan waktunya,’’ ungkapnya.

Untuk meminimalisir naiknya inflasi, Pemkab Karimun melakukan gerakan sentuh tanah dan sentuh air. Gerakan sentuh tanah tersebut melakukan pemanfaatan lahan di lingkungan sekitarnya untuk menanam berbagai sayuran secara organik dan hidropolik. Hasilnya, bisa dijadikan bahan makanan sendiri dan tidak bergantung pada pasokan luar.

Selain itu membentuk claster terpadu, dimana perpaduan pertanian, pertenakan dan perikanan disatu lahan. Untuk itu, peranan semua pihaklah yang harus aktif melakukan kegiatan tersebut.

‘’Ya, bercocok taman di sekitar pekarang kita. Seperti rumah, maupun gedung-gedung perkantoran. Intinya, pemanfaatan lahan sempit yang bisa menghasilkan bahan makanan,’’ kata Tohap lagi.

Sementara Rizka Mei Wulan, Kasubbag TU Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun mencatat terjadinya inflas terjadi peningkatan pada bulan Januari 1,94 persen dan Juni 1,43 persen. Namun, inflasi tersebut masih batas kewajaran. Kenapa masih batas kewajaran? Sebab dibawah 3 persen. Inflasi tersebut dapat dibagi tiga kategori pertama, inflasi sedang di bawah kisaran 3 sampai 10 persen, sedangkan inflasi berat 30-100 persen dan inflasi di atas 100 persen pertahunnya.

‘’Hingga saat ini kabupaten Karimun, inflasinya termasuk inflasi sedang. Setiap bulannya, tidak mencapai diatas 3 persen inflasi yang terjadi di sini. Dalam artian, masih aman tidak terjadi krisis ekonomi,’’ singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar