Interkoneksi Rampung Oktober, Pemadaman Listrik Bakal Berkurang

932
Pesona Indonesia
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi kelistrikan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau diprediksi bisa menjadi normal setelah seluruh proses panjang instalasi interkoneksi listrik Batam-Bintan rampung. Manajer Umum PLN Tanjungpinang, Armunanto meyakini hal itu. Suplai listrik dari Kota Batam diyakininya bakal banyak membantu memenuhi suplai listrik ibu kota.

“Inysa Allah proses ini akan rampung seratus persen pada Oktober mendatang,” kata Armunanto, kemarin.

Solusi nyata kondisi kelistrikan ke depannya, sambung Armunanto, memang bergantung pada sistem keterpaduan antara PLTD dan PLTU yang kemudian akan dialihkan ke gardu induk bagian dari sistem interkoneksi Batam-Bintan. Bila proses ini sudah rampung seratus persen, pemadaman listrik di Tanjungpinang bakal benar-benar bisa diperkecil, kecuali jika memang ada kendala teknis yang memang mengharuskan terjadinya pemadaman.

“Kami akan mengupayakan yang terbaik buat kenyamanan pelanggan listrik di Tanjungpinang,” tegasnya.

Sementara menyangkut pemadaman listrik berjam-jam selama akhir pekan kemarin, Armunanto menjelaskan, penyebabnya adalah telah terjadi kerusakan peralatan kubikel panel di PLTD Suka Berenang. Didapati oleh petugasnya bahwasanya saklar berkapasitas 20 kilovolt (KV) terbakar. “Dan untuk padam hari Jumat lalu diakibatkan gangguan temporer di PLTU,” terangnya.

Terpisah, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Rudy Chua mentip pesan kepada PLN Tanjungpinang agar mengantisipasi segala kemungkinan gangguan yang bisa saja terjadi kendati proses interkoneksi sudah selesai.

Rudy menegaskan, tidak ada jaminan pasti bahwasanya sambungan interkoneksi ini menyudahi perkara kelistrikan ibu kota. Walau memang keberadaannya diharapkan oleh masyarakat Tanjungpinang benar-benar dapat membuat kota terang benderang, hal-hal teknis lain bisa saja memupus harapan tersebut.

“Pertama tentu karena jaringan kelistrikan di Tanjungpinang yang rentan. Tak heran setiap hujan deras sebentar saja listrik bisa padam. Apakah ini sudah diantisipasi baik oleh PLN,” ungkapnya.

Kesiagaan listrik, kata Rudy, juga perlu diingatkan. Hal ini perlu disampaikannya mengingat kondisi kelistrikan di Batam pun tidak seratus persen lancar. Artinya, di sumber interkoneksi itu sendiri pun sempat terjadi pemadaman bergilir saat pembersihan pipa gas dan kerja-kerja teknis lain.

“Nah, saya juga ingin ingatkan agar PLN juga memperhitungkan hal ini, bagaimana nantinya ketika terjadi trouble di Batam dengan antisipasi daya yang ada di Tanjungpinang,” pungkas Rudy. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar