KPK Dituding Rusak Reputasi Ketua DPD Irman Gusman

875
Pesona Indonesia
Fahri Hamzah. Foto: jawapos
Fahri Hamzah. Foto: jawapos

batampos.co.id -Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyasar Ketua DPD Irman Gusman menuai kontroversi. Tindakan itu dinilai bagian upaya untuk menghancurkan reputasi Irman.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, salah satu yang berkomentar pedas terhadap KPK. Bahkan ia menuding lembaga antirasuah itu telah merusak Irman.

Fahri melontarkan tudingannya itu melalui akun @Fahrihamzah di Twitter. “Entahlah apa yang terjadi. Tapi saya merasa ada yang tidak adil orang sebaik @IrmanGusman_IG dirusak seperti ini,” tulis Fahri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga membeberkan sosok Irman. Menurut Fahri, ia sudah lama mengenal Irman, tepatnya pada 1995.

Kala itu Fahri yang masih kuliah di Universitas Indonesia (UI) hendak menyusun skripsi. Sedangkan Irman baru saja pulang dari Amerika Serikat setelah meraih gelar master.

Irman, kenang Fahri, kala itu sudah menjadi sosok terpandang yang menjalankan bisnis keluarga. “Saya belum lulus kuliah dia sudah jadi orang kaya raya,” tuturnya.

Irman bahkan menggunakan jasa Fahri untuk terlibat penelitiannya. Akhirnya pada 1996 Fahri terlibat penelitian dan berkantor di rumah Irman.

Dari situlah Fahri mengenal betul sosok Irman yang kala itu menjadi pengusaha muda yang sedang naik daun. Irman juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Fahri menuturkan, kalau itu Irman tampil sebagai pembela pengusaha pribumi sekaligus pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

“Tahun-tahun itu memang Orde Baru ingin melakukan semacam koreksi agar kelas menengah pribumi bertumbuh. UKM dan koperasi kuat,” urainya.

Sepengetahuan Fahri, pergaulan Irman juga hingga mancanegara. Padahal, 20 tahun silam sosok Irman masih muda.

Karenanya Fahri merasa sanksi bahwa Irman terlibat suap yang nilainya hanya Rp 100 juta. Ia menyebut Irman jauh dari tindak kejahatan. “Sangat jauh,” tegasnya.

Fahri pun masih heran bahwa akhirnya Irman disangka menerima suap Rp 100 juta. “Semoga Pak @IrmanGusman_IG kuat dan berani membela diri,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Politisi Gerindra yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii. Ia menilai penangkapan Irman Gusman janggal.

Pertama, dia mempertanyakan soal standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki KPK. Khususnya, terhadap penanganan kasus korupsi.

“SOP KPK itu menangani kasus 1 miliar ke atas. Ini hanya 100 juta, pertanyaannya ada apa?” sebutnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, hal ini bisa menjadi perdebatan jika disandingkan dengan sejumlah kasus korupsi.

“Jadi kita patut dikonfrontir dengan kasus Sumber Waras. KPK tidak bereaksi padahal sudah ada audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), kenapa tidak ditindaklanjuti?” sebut politikus Gerindra itu.

Kemudian dilihat dari sisi kewenangan DPD. Katanya, korupsi itu sejatinya melakukan penyalahgunaan jabatan yang ada, baik pribadi ataupun tidak. Nah, melihat kasus Irman, ketua DPD tidak memiliki wewenang dalam mengeksekusi perdagangan.

“Nggak ada hubungan DPD dengan impor gula. Artinya dari sisi ini nggak ada penyalahgunaan jabatan,” tegas dia.

Kejanggalan juga dilihat dari permintaan KPK agar akun media sosial milik Irman, twitter tidak dioperasionalkan. Dia melihat ada ketakutan dari komisi antirasuah akan hal itu.

“Jadi ini ada keanehan, penangkapan ini seratus (juta), tidak ada kaitan dengan jabatannya, dan kemudian takut dengan komentar twitter,” pungkas Syafii.(ara/dna/jpnn)

Respon Anda?

komentar