Lindungi Kerabak dari Ancaman Kepunahan

542
Pesona Indonesia
Tupai Raya.
Tupai Raya.

batampos.co.id – Kerabak atau yang akrab dipanggil Tupai Raya mesti dilindungi dan dilestarikan. Sebab binatang ini tergolong langka dan hanya hidup di Natuna, Kalimantan, dan Anambas.

Di Provinsi Kepri Binatang ini hanya hidup di dua hutan yakni hutan Letung dan Hutan Sedanau (Kabupaten Natuna). Binatang ini terancam punah jika Hutan Jemaja di babat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas, Agus Supratman, mengatakan untuk di Hutan Jemaja populasi binatang Kerabak cukup banyak. Namun untuk di luar binatang ini merupakan salah satu binatang yang dilindungi. “Kerabak merupakan binatang yang dlindungi,” ungkap Agus, Minggu (18/9)

Menurut Agus, Kerabak merupakan binatang yang jinak dengan manusia sehingga menjadi favorit dijadikan binatang peliharaan. Selain itu juga makanannya mudah dicari yakni buah-buahan seperti pisang dan kelapa. “Selain itu binatang ini juga cantik dengan bulu hitam dengan dibawah dada bergaris kuning,” tukasnya.

Kendati jumlahnya banyak di hutan Letung, lanjut Agus, namun dengan sudah diperjual belikannya binatang ini dengan harga yakni Rp 1,4 juta untuk yang dewasa dan Rp 2 juta untuk yang anak-anak, sehingga dikhawatirkan populasinya akan berkurang.

Bukan hanya itu saja yang mesti diperhatikan adalah habitatnya yakni hutan jika hutan ditebang maka otomatis tanpa habitat maka binatang ini akan punah dengan sendirinya. “Ini yang paling dikhawatirkan jangan sampai binatang langkah ini hilang dari daerah kita,” ungkapnya.

Agus, mengakui, pihaknya masih belum mengambil tindakan ataupun upaya dalam melestarikan binatang tersebut. Namun tidak akan tinggal diam.

“Dalam waktu dekat kita akan berupaya membuat kebijakan agar Binatang ini tidak diperjual belikan,” jelasnya.

Agus, berharap kepada masyarakat dan pihak-pihak lainnya untuk tetap menjaga kelestarian hutan di Jemaja karena didalamnya banyak terdapat satwa langkah yang harus dilestarikan. “Ini merupakan tugas baik pemerintah dan masyarakat agar binatang ini tidak punah,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar