Mengerikan! Pengusaha Diancam Tembak Oleh Kelompok Bersenjata

742
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id  – Komplotan pria bersenjata api masih berkeliaran di Aceh. M Nurdin (30) wiraswasta asal Gampong, Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe diancam tembak oleh kelompok bersenjata.

Kejadian ini terjadi disebuah warung kopi milik Sukri Tgk. S.Jalil di Desa Paloh Punti, Dusun A, sekira pukul 20.15 WIB Sabtu (17/9) malam.

Informasi dihimpun wartawan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), pelaku intimidasi diketahui berinisial AZ dan SL, yang juga warga desa setempat.

Keduanya mengancam menembak kepala korban. Saat mendatangi warung kopi, pelaku menggunakan sepeda motor matic.

AZ dan SL menemui korban dengan membawa satu unit senjata laras panjang AK-47. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menunjukan serta menodong senjata ke M.Nurdin, seraya berkata, “benar atau tidak ini senjata?” dengan suara lantang.

Mendengar pernyataan itu M.Nurdin menjawab,” iya benar itu senjata.”

Mendengar jawaban tersebut, pelaku melepaskan tiga kali tembakan ke udara. Lantas meminta korban keluar dari warung kopi dengan nada mengancam akan menembak kepala korban.

“Kalau tidak keluar akan kutembak kepalamu,” ucapnya.

Diancam tembak, M Nurdin langsung lari lewat belakang warung. Pelaku juga pergi dengan mengenderai sepmor, melalui jalan Lorong Lhoh Rabe, desa setempat tanpa mengejar korban.

Jalur ini sendiri merupakan jalur yang tembus ke Desa Cot Tring, Muara Satu, Lhokseumawe.

Salah seorang sumber Rakyat Aceh, mensinyalir peristiwa tersebut dipicu persoalan sepele.

Menurutnya, jelang Idul Adha, pelaku sempat mendatangi korban meminta uang untuk membeli daging meugang. Namun korban tidak memberikan.

Warga setempat itu juga menjelaskan, pelaku sempat bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), saat Aceh masih berkecamuk.

Sementara korban, merupakan kontraktor barang salah satu perusahaan di Lhokseumawe. “Permasalahannya dipicu masalah uang meugang beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kabag Ops AKP Ahzan, dihubungi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

Namun kepolisian belum mengetahui motif kejadiannya. Bahkan berdasarkan penyelidikan awal dan olah tempat kejadian pekara pihaknya telah mengantongi nama dua pelaku, serta pengumpulan saksi –saksi untuk dimintai keterangan.

“Ia benar pelaku menenteng senjata jenis AK-47, Motif pastinya masih belum jelas dan belum diketahui. Namun ada indikasi permasalahan itu didasari masalah individu mereka. Dan kasus ini sedang dalam penyelidikan. Sedangkan nama pelaku telah kita kantongi dan korbanpun telah membuat laporannya,” ujar AKP Ahzan, yang dibenarkan Kasat Reskrim AKP Yasir kemarin. (jpg) 

Respon Anda?

komentar