Pekerja Asing Makin Ramai di Karimun

1180
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dalam delapan bulan terakhir, jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Karimun, khususnya di perusahaan asing mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan data permohonan kartu izin tinggal sementara (KITAS) yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun.

”Memang benar, berdasarkan data pada bulan lalu jumlah Kitas baru yang kita keluarkan ada 155 orang TKA. Jika dibandingkan pada tahun lalu di bulan yang sama jumlah yang kita keluarkan hanya 19. Selain itu, untuk Kitas perpanjangan juga lebih banyak jumlahnya dibandingkan pada bulan lalu sebanyak 30 orang dan Agustus tahun lalu cuma 15 orang saja,” ujar Kepala Seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Berti, Minggu (18/9).

Dikatakannya, jumlah Kitas baru dan yang diperpanjangan sampai akhir tahun lalu, sebanyak 829 orang. Dengan rincian 519 Kitas baru, dan 310 Kitas perpanjangan. Sementara itu, saat ini jumlah Kitas baru dan perpanjangan lebih banyak lagi, yakni sudah mencapai 1.167.

Rinciannya, Kitas baru 779, dan perpanjangan 388. Tidak menutup kemungkinan jumlah permohonan Kitas akan bertambah lagi, mengingat masih ada 4 bulan lagi sampai dengan akhir tahun.
”Sebagian besar TKA yang memohon Kitas bekerja di PT Saipem. Hal ini disebabkan, karena perusahaan asal Italia tersebut sedang mengerjakan proyek pembangunan. Sehingga, tidak hanya membutuhkan tenaga kerja lokal, tapi juga tenaga kerja asing. Sejauh ini, TKA yang bekerja di Karimun tidak ada masalah. Karena, permohonan Kitas tersebut diajukan oleh perusahaan,” jelas Berti.

Untuk pengawasan terhadap TKA tanpa izin di perusahaan yang ada di Karimun, Berti menyebutkan, sampai saat ini belum ada ditemukan TKA di perusahaan yang bekerja tanpa izin, karena pihaknya sering melakukan sosialisasi kepada perusahaan agar selalu melaporkan TKA-nya ke Imigrasi. ”Kita sudah berpesan kepada pihak perusahaan, jika akan mempekerjakan TKA, meski pun hanya satu hari tetap harus memiliki izin,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar