TNI AL Ancam Tembak di Tempat Pelaku Kejahatan di Laut

718
Pesona Indonesia
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S. Irawan. Foto: eggi/batampos.co.id
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S. Irawan. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S. Irawan memberikan peringatan keras terhadap para pelaku kejahatan di laut untuk memberhentikan segala aktifitasnya.

Bahkan ia mengaku telah mengetahui segala tindak kejahatan di laut. Ia juga memperingatkan tidak akan segan-segan melakukan tembak di tempat terhadap para pelaku kejahatan di laut.

“Saya sudah tau semua modus permainan kalian dilaut. Saya mengimbau kepada pelaku kejahatan di Kepri jangan berani lagi. Kalau kejahatan di laut akan ditembak di tempat,” tegasnya, Senin (19/9/2016).

Lebih lanjut Irawan mengungkapkan jika pihaknya bersama dengan instansi yang terkait dengan pemberantasan kejahatan di laut telah kompak.

“Dengan beberapa instansi kita sudah kompak. Jadi jangan berani main lagi di Kepri,” katanya.

Sebelumnya, tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang telah berhasil melakukan penangkapan terhadap beberapa kapal yang melakukan kegiatan illegal seperti ilegal oil, penyelundupan beras, penyelundupan kayu, perdagangan manusia, ilegal fishing hingga pelanggaran wilayah.

Salah satu kasus kegiatan illegal oil yang dimaksudkan Irawan adalah kasus Tugboat Cavalo yang dimodifikasi seperti kapal tanker yang mampu mengangkut minyak sebanyak 4.000 Ton bahan bakar.

Irawan mengungkapkan penangkapan terhadap kapal tugboat Cavalo dengan berbendera Indonesia ini terjadi pada tanggal 3 September 2016 lalu di perairan Dabo Singkep.

Lebih lanjut Irawan mengungkapkan pada penangkapan ini, kapal Cavalo tersebut telah menjual sebanyak 10 ton bahan bakar dan rencananya mereka akan menjual lebih banyak lagi.

“Pada saat ditangkap, 10 ton sudah berhasil mereka jual, rencana ya lebih banyak lagi yang akan mereka jual,” ujarnya.

Adapun kegiatan penjualan bahan bakar illegal ini diungkapkan Irawan telah berlangsung sejak lama. Oleh karena itu, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini sudah lama berlangsung dan saat ini masih dalam penyidikan, pihak mana saja yang terlibat dalam kasus ini,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar