Warga Tokoli Pertanyakan Dana Beasiswa Dari Perusahaan Tambang

606
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Dusun II Tokoli, Desa Pulau Batang, Kecamatan Senayang, mempertanyakan dana pendidikan beasiswa yang dijanjikan perusahaan tambang batu besi di daerah tersebut. Pasalnya, sejak bulan Maret 2013 lalu hingga kini warga belum juga menerima biaya pendidikan bagi anak-anak mereka yang mengecap perguruan tinggi.

Informasi yang dihimpun koran Batam Pos, sebelum aktifitas tambang dimulai pada 2013 silam, warga dan pihak perusahaan membuat kesepakatan agar perusahaan memberikan dana kompensasi dan juga beasiswa pendidikan bagi 30 orang anak warga Desa Pulau Batang. Kesepakan tersebut disanggupi perusahaan agar bisa beraktifitas mengeksploitasi tambang batu besi. Ditaksir, jumlahnya mencapai Rp 100 juta lebih.

Salah seorang warga Tokoli, Jamaludin, warga RT 02 RW 03, yang memiliki surat kuasa dari para orang tua untuk mencari kejelasan dana beasiswa terebut mengatakan, hingga saat ini belum menerima beasiswa yang dijanjikan perusahaan.

“Itu kesepakan antara pihak perusahaan dan warga. Di luar dana kompensasi dan DKTM. Warga minta perusahaan memberikan Rp 500 per ton dari hasil tambang. Dan itu sudah disanggupi perusahaan,” kata Jamal, panggilan akrabnya.

Namun sampai saat ini disayangkan Jamal, realisasi beasiswa belum juga nampak. Berkali-kali ia mempertanyakan persoalan ini kepada pihak desa yang menjadi jembatan perjanjian warga.

“Kami juga sudah hubungi direktur PT Tri Dinasti Pratama, bapak Fredy. Kata dia, persoalan beasiswa sudah clear semua. Tapi kenapa pihak desa tidak memberikan kepada warga yang berhak,” tegasnya.

Sementara kata Jamal, pihak desa ketika ditanyakan soal dana beasiwa berdalih jika dana tersebut perlu peraturan bupati (Perbup) untuk bisa dicairkan. “Ini yang membuat kita kebingungan. Perjanjian antara warga dan perusahaan dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah daerah. Tapi kades bilang, harus ada perbub dulu. Sampai saat ini, kita warga dibola-bola,” sambungnya.

Persoalan ini, kata Jamal, telah berjalan selama 3 tahun. Orang tua mahasiswa Dusun Tokoli sangat berharap bantuan dana tersebut untuk pendidikan anak mereka.

Sampai berita ini ditulis, Kades Pulau Batang Nurdin tidak dapat dikonfirmasi. Berkali-kali dihubungi nomor telponnya tidak aktif. Warga desa berharap, persoalan ini segera selesai. Meski kini perusahaan tambang batu besi tidak beraktivitas, namun sejumlah alat berat dan perizinan masih dikantongi perusahaan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar