Asumsi Pendapatan Pemkab Anambas Dikurangi Rp 51 Miliar

603
Pesona Indonesia
Kantor Pemerintahan Kabupaten Anambas. foto:syahid/batampos
Kantor Pemerintahan Kabupaten Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemkab Anambas sudah menyampaikan Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD Perubahan tahun 2016 ke DPRD sejak pekan lalu.

Pada KUA PPAS disebutkan, asumsi pendapatan daerah pada perubahan APBD Anambas, sebesar Rp 928 miliar. Nilai tersebut mengalami sedikit penurunan sebesar Rp 51 miliar dibandingkan besaran APBD murni tahun 2016 yakni sebesar Rp 979 miliar.

“Ini masih belum final. Bisa jadi nilainya lebih dari itu ataupun sebaliknya, tergantung pada pembahasan nanti,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Anambas, Azwandi, Senin (19/9).

Pemkab sendiri terpaksa harus mengurangi nilai asumsi pendapatan, karena banyak pos anggaran, baik itu dari pemerintah pusat ataupun pemerintah provinsi yang tidak turun, seperti DAK yang sudah dipotong 10 persen dari Rp 135 miliar yakni Rp 13,5 miliar.

Begitu juga dengan pengurangan DBH dari pemerintah pusat. Bahkan dana pengentasan kemiskinan (Taskin) dari pemerintah provinsi, juga tidak turun. Sehingga Pemkab harus menurunkan asumsi pendapatan daerah.

“Kita tak bisa pasang asumsi pendapatan terlalu tinggi. Karena apa? Dikhawatirkan kita sudah membuat banyak kegiatan, tapi uang dari pusat tidak turun. Sehingga akan terjadi utang ke pihak ketiga. Itu yang harus kita jaga dan hindari,” terang Azwandi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar