Emas Hasil Curian Digadai Senilai Rp 19 Juta

726
Pesona Indonesia
Pelaku pencurian yang ditangkap  jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Kota. foto:osias de/ batampos
Pelaku pencurian yang ditangkap jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Kota. foto:osias de/ batampos

batampos.co.id – Juli Suhendra, tersangka pelaku pencurian emas seberat 45,5 gram di toko emas Indah, pada Minggu (4/9) lalu, menggadai emas hasil curiannya di salah satu pegadaian di Kota Tanjungpinang senilai Rp 19,3 juta. Sedangkan dua unit Handpone merek Iphone 6S di jualnya dengan harga masing-masing Rp 4,5 juta dan 3,5 juta.

”Iphone itu saya jual ke Jakarta Selatan, melalui media sosial Forum Jual Beli Jakarta Selatan. Uangnya saya pakai untuk kebutuhan keluarga saya. Karena mereka tanggung jawab saya,”ujar Juli, kepada sejumlah wartawan, saat ekspose sejumlah tindakan kriminal umum yang berhasil di ungkap Polsek Tanjungpinang Kota, di Polres Tanjungpinang, Senin (19/9).

Juli menceritakan, aksi pencurian yang dilakukannya tersebut memang dengan memanfaatkan kelengahan penjaga atau pun karyawan toko. Sebelum menjalankan aksinya ia pun melihat keadaan di sekitar toko yang menjadi targetnya.

”Saya main (mencuri) sendiri. Aksi saya memang terencana dan ada perhitungan waktu jarak antara saya kabur membawa barang dengan penjaga toko,” kata Juli.

Sementara itu Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk menyita barang bukti berupa emas yang digadai pelaku di salah satu Pegadaian di Tanjungpinang.

”Pelaku ini modusnya pura-pura mau membeli perhiasan. Dia coba barangnya, kemudian minta penjaga toko mengambil barang yang lain. Nah saat penjaga toko mengambil barang yang lain ini dia (tersangka) kabur,” kata Joko, didampingi Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Jupen Simanjuntak dan Kasubbag Humas AKP S Zalukhu.
”Untuk tersangka pencurian di toko emas dan congkel jok motor (perkara terpisah), mereka di jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman Tujuh tahun penjara. Saat ini keempat tersangka tersebut masih menjalani pemeriksaan insetif di Polres Tanjungpinang,” pungkas Joko.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar