Enam Tahun Buronan, Mantan Anggota Dewan Diciduk Ditempat Kos

1023
Pesona Indonesia
Ilustrasi korupsi. Foto: istimewa
Ilustrasi korupsi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Setelah enam tahun menjadi buronan kejaksaan, Syamsul Bahri, mantan anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur periode 1999-2004, yang terlibat kasus korupsi dana sekretariat DPRD akhirnya dieksekusi, kemarin (19/9). Syamsul Bahri dieksekusi di salah satu tempat kos yang berada di depan Mapolda Jambi.

“Syamsul Bahri saat ini sudah dieksekusi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya beberapa tahun lalu saat dirinya menjadi anggota DPRD Tanjabtim,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Tanjab Timur P. Butar-Butar seperti diberitakan Jambi Independent (Jawa Pos Group) hari ini (20/9).

Berdasarkan putusan kasasi pada 2010, Syamsul Bahri bersama belasan mantan anggota DPRD lainnya dipidana dengan hukuman 2 tahun dan 6 bulan. Kemudian dikenakan denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara, serta uang pengganti sebesar Rp 206 juta dengan subsider 6 bulan penjara.

“Dengan telah dieksekusinya Syamsul Bahri, dari 16 mantan anggota DPRD periode 1999-2004 tersebut, kini menyisakan satu orang DPO lagi atas nama Revolren Simanjuntak,” ungkapnya. Keberadaan Revolren Simanjuntak masih dilacak. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya, dia diketahui tak lagi berada di Provinsi Jambi. “Menurut informasi berada di luar Jambi, terkait hal ini masih terus kita telusuri keberadaannya,” jelasnya.

Sekedar diketahui, terdapat 16 mantan anggota DPRD Tanjabtim periode 1999-2004 yang ditetapkan sebagai terpidana kasus korupsi dana sekretariat DPRD. Dari 16 mantan anggota DPRD tersebut, 12 terpidana telah dieksekusi pada 2013 lalu dan kini telah menghirup udara bebas. Kemudian dua orang terpidana lainnya telah meninggal dunia, namun proses hukumnya tetap dilakukan dengan menggugat ahli waris yang bersangkutan.

Sebanyak terpidana tersebut, yakni Sabaruddin SAg Bin HA Hambali, Dra Sukahati Binti L Selamat, Radja Muhammad bin Radja Ali; Andi Masinai bin Andi Panguriseng; Hajis Mesah bin H Liweng; Fakhrul Rozi bin Zikuwan. Lalu, Indra Safari bin H Nanang; M Thaib Haloes; Domisno Manalu bin Ralun Manalu; Misran bin Tandang; R Subhakti bin Susanto; dan Drs Yahya bin ZA Lomong. (jpg)

Respon Anda?

komentar