Irman Gusman Dicopot Dari Ketua DPD RI

455
Pesona Indonesia
Irman Gusman. Foto: dokumen JPNN.Com
Irman Gusman. Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Irman Gusman akhirnya dicopot dari posisi Ketua DPD RI oleh Badan Kehormatan (BK) DPD.

Keputusan ini dibuat dalam sidang kode etik BK DPD, Senin (19/9/2016) malam terkait penetapan tersangka Irman Gusman oleh KPK karena diduga menerima suap Rp 100 juta dari pengusaha gula di Sumatera Barat.

“Menyimpulkan dan mutuskan saudara Irman Gusman diberhentikan,” ujar Ketua BK DPD AM Fatwa di Gedung DPD, Senayan, Jakarta.

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut menambahkan, pemberhentian Irman Gusman sebagai Ketua DPD murujuk pada Pasal 52 ayat 3 huruf c Tata Tertib DPD. Pasal tersebut menyebutkan, ketua dan/atau wakil ketua DPD akan diberhentikan apabila berstatus tersangka dalam perkara pidana.

Hasil sidang kode etik tersebut kemudian dibacakan Fatwa dalam rapat paripurna yang diadakan hari ini, Selasa (20/9/2016) pagi.

Selain itu, dijelaskannya, untuk membuat keputusan ini BK DPD tidak membutuhkan surat resmi dari pimpinan KPK mengenai status tersangka Irman dalam kasus dugaan suap rekomendasi gula Bulog.

Pasalnya, kata Fatwa, semua fakta mengenai kasus Irman sudah sangat jelas. Pihak keluarga senator asal Sumatera Barat itu juga sudah sudah mendapatkan surat penahanan dan penetapan tersangka oleh KPK.

“Tidak dibutuhkan surat dari KPK itu,” katanya.

Seperti diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo telah menetapkan Ketua DPD Irman Gusman sebagai tersangka atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor.

Selain Irman, KPK menetapkan dua orang yang diduga sebagai pemberi suap menjadi tersangka. Dua orang itu adalah XSS, Direktur Utama CV SB, dan istrinya yang berinisial MMI. Dalam operasi tangkap tangan, KPK juga menahan WS, yang merupakan adik XSS. KPK juga menyita uang Rp 100 juta sebagai barang bukti. (cr2/JPG/dil/jpnn/nin)

Respon Anda?

komentar