Mesin Alat Berat Dicuri, Dua Perusahaan di Lingga Rugi Rp 280 Juta

723
Pesona Indonesia
Salah satu alat berat yang mesinnya digondol maling. foto:wijaya satria/batampos
Salah satu alat berat yang mesinnya digondol maling. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Dua mesin motor penggerak alat berat jenis Excavator raib digondol maling. Dua alat berat tersebut milik PT. Harap Panjang dan PT Hetact yang berada di dua lokasi yang berbeda yakni di Desa Marok Tua dan di Desa Langkap. Hilangnya pada waktu bersamaan, Sabtu (17/9) dini hari. Kedua perusahaan itu mengalami kerugian hingga Rp 280 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Syaiful Badawi, tersangka yang melakukan pencurian tersebut telah memantau dua alat berat yang menjadi sasaran mereka. Selain itu tersangka juga menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.

“Kejadian diperkirakan dini hari dan saat itu hujan turun, sehingga tidak ada yang mengira kalau alat berat itu dicuri orang,” kata Syaful, Senin (19/9) pagi.

Lebih lanjut Syaful menuturkan, tersangka pencurian alat berat ini diduga dilakukan oleh orang yang mengerti dengan perangkat alat berat. Hingga saat ini tim Reserse Polres Lingga sedang mengejar dan mencari keberadaan tersangka karena sudah mengantongi ciri-ciri pelaku.

Alat motor penggerak excavator ini bernilai ekonomi tinggi. Akibat aksi pencurian tersebut PT Harap Panjang mengalami kerugian hingga Rp 200 juta sedangkan PT Hetact mengalami kerugian sebesar Rp 80 juta.

Syaiful menambahkan, jumlah tersangka yang melakukan pencurian tersebut lebih dari dua orang. Namun Syaiful belum dapat memberikan jumlah pasti tersangka karena masih dalam pengejaran dan masih dalam pengembangan.

“Kami menduga yang melakukan pencurian ini tiga sampai empat orang. Tapi tak menutup kemungkinan lebih nanti kami kabari,” ujar Syaiful.

Kabupaten Lingga tergolong daerah yang mengalami peningkatan dalam tindak pencurian cukup tajam. Sebelumnya, beberapa kasus pencurian telah diamankan polisi seperti pembobol toko dan kios. Peningkatan tindak kriminalitas ini diduga akibat minimnya lapangan kerja serta semakin sulitnya warga mendapatkan penghasilan. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar