Murdaya Poo Daftar Program Tax Amnesty

478
Pesona Indonesia
Murdaya Poo mendaftarkan dirinya untuk menjadi peserta amnesti pajak (tax amnesty) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat, Senin (19/9).
Murdaya Poo mendaftarkan dirinya untuk menjadi peserta amnesti pajak (tax amnesty) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat, Senin (19/9).

batampos.co.id РSalah satu orang terkaya di Indonesia, Murdaya Poo, mengimbau sesama pengusaha Tionghoa di Indonesia untuk ambil bagian dalam amnesti pajak.

“Kebetulan kami masyarakat Tionghoa banyak pengusaha, mungkin dulu pernah tidak bayar pajak, jadi kita pakai kesempatan ini,” ujar Murdaya Poo yang juga Ketua Dewan Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa di Jakarta, kemarin.

Murdaya Poo mendaftarkan dirinya untuk menjadi peserta amnesti pajak (tax amnesty) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat, Senin (19/9).

Ia mengatakan, kepada seluruh pengusaha Tionghoa di Indonesia agar tidak khawatir untuk ikut program amnesti pajak. Sebab program tersebut resmi dan dilindungi undang-undang.

“Sudah ada Undang-Undang Kewarganegaraan dan Kesetaraan. Jadi kita tidak akan dibedakan antara pribumi dan non pribumi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dengan ikut ambil bagian dalam program amnesti pajak, maka masyarakat Tionghoa dapat turut berperan serta dalam membangun perekonomian Indonesia. Menurut dia, inilah saatnya pengusaha Tionghoa menunjukkan komitmennya untuk ikut memajukan bangsa.

“Kita besar di sini, kita juga mati di sini, ya kita bangun negara ini. Sehingga amnesti pajak menjadi berkah untuk semuanya. Jadi tidak usah khawatir, pemerintah tidak mungkin melakukan hal-hal yang menyulitkan,” katanya.

Sayangnya, dalam kesempatan itu dirinya tidak berkenan untuk menyebutkan besaran aset yang dideklarasi. “Itu kan rahasia,” katanya.

Ia mengharapkan bahwa program amnesti pajak juga diikuti dengan menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) agar dapat bersaing dengan negara lain dan agar wajib pajak tidak kembali menempatkan dananya di luar negeri.

Sementara itu, realisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty terus melonjak pada awal pekan ketiga September. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan hingga pukul 18.00 WIB tadi malam, dana yang sudah dilaporkan oleh wajib pajak (WP) mencapai Rp 995 triliun.

Dana tersebut ditopang dana deklarasi mencapai Rp 940 triliun yang terdiri dari deklarasi dalam negeri mencapai Rp 694 triliun dan luar negeri Rp 246 triliun.

Adapun dana yang ditarik ke Indonesia atau repatriasi sebesar Rp 54,9 triliun. Sementara uang tebusan Rp 23,5 triliun dari 87.896 surat pernyataan harta.

Secara nilai, realisasi tax amnesty pekan ketiga September memang masih jauh dari target semula, yakni dana deklarasi Rp 4.000 triliun, dana repatriasi Rp 1.000 triliun, dan uang tebusan Rp 165 triliun.

Namun, dibandingkan awal pekan lalu, harta yang dilaporkan baru Rp 405 triliun. Artinya, dalam sepekan harta yang dilaporkan bertambah Rp 590 triliun.

Pekan lalu dana yang dideklarasikan Rp 386,6 triliun, dana repatriasi Rp 19 triliun, dan uang tebusan Rp 9,3 triliun.

Peningkatan realisasi tax amnesty awal pekan ketiga tidak terlepas dari mulai banyaknya para wajib pajak besar mengikuti program tersebut, termasuk Murdaya Poo, kemarin.

Selain itu, pekan lalu secara terbuka putra Presiden kedua RI Soeharto, Tommy Soeharto, juga mendaftarkan diri sebagai peserta tax amnesty. Tak ketinggalan Thohir bersaudara, yakni Erick Thohir dan Boy Thohir, juga melaporkan hartanya kepada Ditjen Pajak.

Meski tidak menyebutkan angka, lonjakan realisasi tax amnesty terpantau pesat. Selain ketiganya, para wajib pajak besar terus merealisasikan janjinya untuk mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Sebelumnya, berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada 127 wajib pajak besar yang sudah menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) hingga pekan lalu. (ant/jpgrup)

Respon Anda?

komentar