Pemkab Anambas Datangkan Dua Tenaga Ahli dari Jakarta untuk Budidayakan Kerang Mutiara

531
Pesona Indonesia
Mutiara hasil budidaya. foto:net
Mutiara hasil budidaya. foto:net

batampos.co.id – Dua tenaga ahli dari Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta akan kembali berkunjung ke Anambas melihat laju pertumbuhan budidaya kerang mutiara. Karena, sebelumnya mereka telah menyuntikkan inti mutiara (insersi).

“Dua tenaga ahli ini akan kita datangkan pada akhir bulan ini. Mereka akan melakukan insersi terhadap 64 dari 700 kerang mutiara secara keseluruhan. Mereka ingin melihat langsung sekaligus mau melihat insersi yang lain,” ujar Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Anambas, Defrian, Senin (19/9).

Meski kerang mutiara di Desa Bayat Kecamatan Palmatak jumlahnya ada 700. Namun tak semua bisa di insersi. Dari seleksi laju pertumbuhan dan pengecekan yang dilakukan, setidaknya terdapat 500 kerang mutiara yang bisa diinsersi.

Insersi terhadap kerang mutiara ini, lanjut Defrian, baru dimulai atau baru memasuki pilot project. “Terdapat hal-hal pendukung lain untuk mensukseskan budidaya kerang mutiaran ini,” terang Defrian.

Insersi terhadap kerang mutiara, sambung Defrian, tak cukup hanya mengandalkan dari pemkab saja. Harus ada pihak swasta yang juga mau konsen untuk membudidayakan kerang mutiara. Ada segmen-segmen yang harus melibatkan pihak swasta, seperti misalnya penyediaan sumber bibit dan proses insersi sendiri.

Berdasarkan kajian dari STP pada 2013 lalu, ada beberapa titik di Anambas selain perairan Desa Bayat yang sesuai untuk bididaya kerang mutiara.

Seperti misalnya Teluk Rambut dan Selat Rangsang merupakan dua titik yang paling memungkinkan dilakukan budidaya kerang mutiara.

Pilot project budidaya kerang mutiara dengan insersi di Desa Bayat sendiri sudah dilakukan sejak 2014 lalu. “Konsep kami ke depan, bibit bisa dari swasta ataupun pemerintah,” kata Defrian. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar