Berhasil Ditemukan. Pencarian Samuel Sempat Terkendala Cuaca dan Arus Laut Kuat

1187
Pesona Indonesia
14370226_1180835558662255_41334073097323627_n
jenazah hanyut sudah ditemukan. f. saputra darmawan/facebook

batampos.co.id – Samuel Silitonga, 14, Warga Perumahan Bidadari, korban tenggelam di Tanjung Piayu Laut sudah berhasil ditemukan, dikutip dari sebuah akun facebook Saputra Darmawan yang dibagikan pada grup Facebook Wajah Batam.

Dari foto-foto di lokasi penemuan, jenazah Samuel tampak digotong oleh tim pencarian. Ratusan netizen pun melayangkan ungkapan rasa bersyukur serta duka terhadap bocah yang hilang terseret arus sejak hari Minggu (18/9) itu.

Upaya pencarian korban masih terus dilakukan sejak korban dinyatakan hilang, Minggu (18/9) hingga, Senin (kemarin, red) oleh Batalyon Infantri (Yonif) – 10 Marinir/Satria Bumi Yudha (SBY), Polair Polresta Barelang, Badan SAR Nasional (Basarnas), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Nelayan, masyarakat dan keluarga korban, melalui penyisiran disekitar tempa korban tenggelam dengan menggunakan perahu karet.

Selain itu upaya pencarian korban juga dilakukan dengan cara penyelaman.

Informasi yang didapatkan, kejadian itu terjadi pukul 16.00 WIB, saat itu korban bersama 10 orang rekannya mandi di pinggir laut Tanjungpiayu Laut.

“Samuel pergi dari rumah pukul 15.30 WIB,” ujar Sudianto Silitonga orangtua korban, kepada Batam Pos (grup batampos.co.id), saat berada di lokasi pencarin Piayu Laut.

Sudianto mengatakan, kejadian tersebut sangat cepat. Saat itu anaknya hendak menolong dua orang wanita yang salah satu diantaranya adalah Widi adik kandungnya sendiri yang sudah terseret arus.

Setelah berhasil menolong adik dan temannya ia (Samuel) akhirnya terseret arus dan tak dapat terselamatkan. “Dia menyelamatkan adiknya malah dia yang terbawa arus,” ucap suami Royani Sembiring.

Kejadian tersebut diketahui orangtuanya sekitar pukul 15.30 WIB setelah ditelepon oleh salah satu dari teman anaknya. “Baru lah lihat ke TKP,” ungkap Sudianto.

Koordinator Pos Basarnas Batam, Harminto mengatakan, proses pencarian korban sudah dilakukan sejak Minggu pukul 18.30 WIB. Dalam proses pencarian mereka masih terkendala cuaca dan arus laut sangat kuat sekali.

“Awalnya kita sempat lakukan penyelaman, pagi ini kalau kita lakukan penyelaman dengan arus yang kuat seperti ini bisa membahayakan tim penyelam,” kata Harminto.

Namun demikian upaya pencarian tetap dilakukan dengan penyisiran disekitar tempat korban tenggelam dan di pulau-pulau terdekat.

Kedalam laut dipinggi saat surut mencapai 4-5 meter, kalau ditengah 10 meter. Kalau dalam keadaan air pasang, air laut bisa naik hingga dua setengah meter ditepi laut.

Kapolsek Seibeduk AKP Suwitnyo mengatakan setelah mendapat laporan dari warga pihaknya langsung ke lokasi kejadian.

“Pukul 16.30WIB kita dapat informasi,” ujar Suwitnyo.

Upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal, saat kejadian pihaknya langsung meminta bantuan dari Polair, Marinir, Basarnas dan lain sebagainya.

“Cuaca buruk dan arus air juga kuat,” ungkap Suwitnyo.

Dia mengatakan lokasi itu bukan tempat pemandian sering dilarang agar tidak bermain disana. Warga setempat tidak ada yang berani mandi karena arus air sangat kuat.

“Yang berenang ini kan bukan warga sekitar Piayu Laut, tetapi warga jauh-jauh,” kata Suwitnyo.(cr14/koran bp)

Respon Anda?

komentar